TKD Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026, Alokasi Terbaru Tembus Rp715,34 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat baru Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengacungkan jempol seusai pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Pejabat baru Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengacungkan jempol seusai pelantikannya di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah pusat telah menyalurkan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp504,3 triliun hingga Agustus 2026. Dana tersebut mendukung pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) sekaligus membiayai berbagai layanan publik di daerah.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus mempercepat penyaluran TKD seiring dengan peningkatan penyerapan anggaran dan capaian output pemerintah daerah.

“Belanja TKD, kinerjanya adalah telah disalurkan Rp504,3 triliun kepada alokasi TKD,” kata Suahasil, dikutip Kompas.com, Jumat (18/9/2026).

DAU dan DBH Bantu Pembayaran Gaji ASN

Pemerintah menyalurkan dukungan tersebut melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH). Kedua jenis dana itu turut membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan pembayaran gaji ASN.

Karena itu, pemerintah pusat terus memantau proses penyaluran agar pemerintah daerah menerima dana tepat waktu. Dengan begitu, pemda dapat menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tanpa hambatan pendanaan.

Baca Juga :  Gaji Selalu Cepat Habis? Ini 5 Kebiasaan yang Diam-Diam Bikin Keuangan Berantakan

“Ini yang akan kita lihat terus, kita salurkan secara tepat waktu sehingga pemerintah daerah bisa terus menjalankan kegiatan pemerintah daerah,” ujar Suahasil.

TKD Dukung Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur

Selain membiayai kebutuhan aparatur, pemerintah mengarahkan TKD untuk mendukung tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Di sektor pendidikan, dana tersebut mendukung sejumlah program. Di antaranya program kesetaraan, Tunjangan Profesi Guru (TPG), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD).

Sementara itu, sektor kesehatan mendapat dukungan untuk memperkuat layanan di 50 rumah sakit umum daerah (RSUD).

Pada sektor infrastruktur, pemerintah menggunakan anggaran untuk pembangunan dan perluasan sistem penyediaan air minum. Dana tersebut juga mendukung perbaikan jalan di daerah.

Alokasi TKD Naik Jadi Rp715,34 Triliun

Realisasi TKD hingga Agustus 2026 mencapai Rp504,3 triliun. Jika dibandingkan dengan pagu awal APBN 2026 sebesar Rp693 triliun, angka tersebut setara sekitar 72,8 persen.

Baca Juga :  Purbaya Perketat Pengawasan Barang Ilegal demi Jaga Ekonomi Nasional

Namun, pemerintah kemudian menambah alokasi TKD. Pemerintah menyiapkan tambahan Rp10,6 triliun untuk penanganan bencana di Sumatera.

Selain itu, pemerintah menambah Rp18,9 triliun untuk kebutuhan nonbencana. Suahasil mengatakan pemerintah menetapkan tambahan tersebut melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 198 Tahun 2026.

“Sejumlah pemerintah daerah juga mengatakan ada beberapa kesulitan yang perlu ditangani, maka ditambah lagi yang untuk non-bencana Rp18,9 triliun, sudah dikeluarkan Keputusan Menteri Keuangan-nya 198 tahun 2026. Karena itu sebenarnya alokasi TKD saat ini adalah Rp715,34 triliun,” kata Suahasil.

Dengan pagu terbaru Rp715,34 triliun, realisasi TKD sebesar Rp504,3 triliun hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 70,5 persen dari total alokasi tersebut. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI
Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?
Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun
Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026 Tak Bergerak, 1 Gram Rp2,68 Juta
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 9 September 2026 - 14:09 WIB

Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?

Rabu, 9 September 2026 - 13:09 WIB

Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun

Berita Terbaru

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Senin, 21 Sep 2026 - 15:09 WIB

Perenang China, Yu Zidi, saat tampil di semifinal gaya kupu-kupu putri 200 meter Kejuaraan Akuatik Dunia di Singapura, 30 Juli 2025.(AFP/OLI SCARFF)

Internasional

Yu Zidi, 13 Tahun, Cetak Rekor Asian Games 2026 dan Raih Emas Renang

Senin, 21 Sep 2026 - 14:09 WIB