Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026, Urea hingga NPK Terbaru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi stok pupuk

ilustrasi stok pupuk

Jakarta, APGtimes.com — Pemerintah terus menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani pada Juni 2026 untuk mendukung produksi sejumlah komoditas strategis nasional. Pemerintah juga mempertahankan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi yang mulai berlaku sejak Oktober 2025.

Pemerintah hanya menyalurkan pupuk subsidi kepada petani yang menanam komoditas tertentu. Komoditas tersebut meliputi padi, jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, kopi, dan ubi kayu.

Pemerintah memasukkan ubi kayu sebagai penerima pupuk subsidi terbaru. Kebijakan tersebut menggantikan kedelai yang sebelumnya masuk dalam daftar penerima subsidi.

Sebaliknya, petani kelapa sawit dan karet masih harus membeli pupuk non subsidi untuk memenuhi kebutuhan pemupukan tanaman mereka.

Kementerian Pertanian mengatur kebijakan tersebut melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Regulasi itu mengubah Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang jenis, harga eceran tertinggi, dan alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian.

Baca Juga :  Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Daftar Harga Pupuk Subsidi Juni 2026

Pemerintah menetapkan harga pupuk subsidi sebagai berikut:

  • Pupuk Urea Rp1.800 per kilogram
  • Pupuk NPK Rp1.840 per kilogram
  • Pupuk NPK Khusus Kakao Rp2.640 per kilogram
  • Pupuk ZA khusus tebu Rp1.360 per kilogram
  • Pupuk Organik Rp640 per kilogram

Harga tersebut membantu petani memperoleh pupuk dengan biaya yang lebih terjangkau sehingga mereka dapat menekan biaya produksi.

Harga Pupuk Non Subsidi Naik

Sementara itu, harga sejumlah pupuk non subsidi mengalami kenaikan pada Juni 2026. Kenaikan tersebut terjadi pada beberapa jenis pupuk yang banyak digunakan petani dan pelaku usaha perkebunan.

Baca Juga :  Pemerintah Setujui RUU 15 Kabupaten/Kota, Segera Dibawa ke Rapat Paripurna DPR

Berikut daftar harga pupuk non subsidi kemasan 50 kilogram:

  • Pupuk Urea Rp500.000 per sak, naik dari Rp460.000
  • Pupuk KCL Rp450.000 per sak, naik dari Rp430.000
  • Pupuk NPK Rp750.000 hingga Rp850.000 per sak, naik dari sekitar Rp730.000

Kenaikan harga pupuk non subsidi berpotensi meningkatkan biaya produksi petani. Dampak tersebut terutama dirasakan petani kelapa sawit dan karet yang tidak menerima pupuk subsidi dari pemerintah.

Petani perlu menyesuaikan strategi pemupukan dengan kondisi harga terbaru. Langkah tersebut dapat membantu mereka menjaga produktivitas tanaman sekaligus mengendalikan biaya usaha tani. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 1,412 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru