Harga MinyaKita Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Fokus Atasi Kelangkaan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

minyak kita

minyak kita

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat MinyaKita tetap berada di angka Rp15.700 per liter.

Pemerintah belum berencana menaikkan harga MinyaKita. Sebaliknya, pemerintah memilih memperkuat distribusi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan minyak goreng tersebut.

“Sampai saat ini tidak ada kenaikan HET MinyaKita. Harganya tetap Rp15.700 per liter,” kata Budi Santoso dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Pemerintah Gandeng Bulog dan ID FOOD

Untuk memperluas distribusi, pemerintah menggandeng Perum Bulog dan ID FOOD.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah ingin memastikan pasokan MinyaKita tersedia di pasar rakyat dan menjangkau lebih banyak daerah.

Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga harga tetap stabil sehingga masyarakat dapat membeli minyak goreng dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional

Menurut Budi, distribusi yang merata menjadi kunci utama menjaga ketersediaan MinyaKita di pasaran.

“Kami fokus mendistribusikan MinyaKita ke pasar-pasar rakyat melalui Bulog dan ID FOOD. Kami berharap MinyaKita semakin mudah ditemukan masyarakat,” ujarnya.

Warga Kota Jambi Mulai Kesulitan Mendapatkan MinyaKita

Di sisi lain, sejumlah warga Kota Jambi mengaku kesulitan memperoleh MinyaKita dalam beberapa waktu terakhir.

Desy, warga Kota Jambi, mengatakan dirinya kini lebih sering membeli minyak goreng curah karena MinyaKita mulai langka di pasaran.

Akibat kondisi tersebut, ia harus menyesuaikan kebutuhan rumah tangga dengan membeli minyak goreng dalam jumlah kecil.

“Akhirnya beli minyak curah, sedikit-sedikit,” kata Desy.

Sebelumnya, Desy rutin membeli MinyaKita karena harganya relatif terjangkau, yakni sekitar Rp16.000 hingga Rp17.000 per liter.

Baca Juga :  Purnawirawan TNI Teguh Arief Resmi Jadi Dirut Peruri, Gantikan Dwina Septiani

Namun belakangan, ia semakin sulit menemukan produk tersebut di toko maupun pasar tradisional.

“Biasanya beli MinyaKita sekitar Rp16 ribu sampai Rp17 ribu. Sekarang mulai susah dapatnya,” ujarnya.

Pedagang Akui Stok Menipis

Keluhan serupa juga datang dari pedagang sembako di Pasar Angso Duo, Kota Jambi.

Pedagang mengaku sudah tidak lagi menjual MinyaKita karena pasokan yang masuk sangat terbatas.

“Dak ado (MinyaKita), adanya curah. Susah sekarang stok,” katanya.

Karena itu, warga berharap pemerintah segera memperlancar distribusi MinyaKita agar produk tersebut kembali tersedia di pasaran.

Masyarakat juga berharap pasokan yang stabil dapat menjaga harga tetap terjangkau dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Asing Jual Bersih Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO Paling Banyak Dilepas
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Berita Terbaru