Google sebelumnya memperkenalkan Gemini 4 Argon pada 1 Oktober 2026 melalui program uji coba terbatas Fairwind. Saat itu, perusahaan hanya memberikan akses kepada kelompok pakar keamanan siber tepercaya.
Kini, Google memperluas akses model AI tersebut untuk menangani berbagai pekerjaan kompleks. Namun, pengguna di Indonesia belum bisa menjajalnya secara gratis melalui aplikasi Gemini.
Harga Langganan Gemini 4 Argon di Indonesia
Pengguna yang memilih Gemini 4 Argon akan diminta berlangganan Google AI Pro atau Google AI Ultra jika belum memiliki paket tersebut.
Berikut harga kedua paket di Indonesia:
-
Google AI Pro: Rp309.000 per bulan.
-
Google AI Ultra: Rp1,58 juta per bulan.
Selain melalui aplikasi Gemini, pelanggan kedua paket tersebut dapat mengakses Gemini 4 Argon melalui fitur AI Mode di Google Search.
Google juga menyediakan akses model ini melalui AI Studio dan platform Gemini API berbayar. Khusus pelanggan Google AI Ultra, Google menyediakan akses tambahan melalui Antigravity, platform pengembangan perangkat lunak berbasis agen AI.
Biaya API Gemini 4 Argon
Pengembang yang ingin mengintegrasikan Gemini 4 Argon ke dalam aplikasi dapat menggunakan API berbayar. Google menetapkan harga perkenalan berdasarkan jumlah token yang diproses.
Rinciannya sebagai berikut:
-
Token input: 2 dollar AS atau sekitar Rp35.800 per 1 juta token.
-
Token output: 10 dollar AS atau sekitar Rp179.000 per 1 juta token.
-
Token input dalam cache: mendapat diskon 95 persen.
Skema ini memungkinkan pengembang menyesuaikan biaya berdasarkan kebutuhan pemrosesan AI. Penggunaan token yang tersimpan dalam cache juga dapat menekan biaya untuk permintaan tertentu.
Gemini 4 Argon Dirancang untuk Tugas Kompleks
Google merancang Gemini 4 Argon sebagai model AI frontier untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan penalaran mendalam dan banyak tahapan. Kemampuannya mencakup pemrograman, riset ilmiah, serta pekerjaan yang berkaitan dengan keamanan siber.
Dalam pengumuman di blog resminya, Google menjelaskan bahwa model ini juga mendukung pengembangan teknologi robot humanoid.
Salah satu penerapannya menggunakan pendekatan Video-to-Sim-to-Real. Melalui metode tersebut, pengembang dapat memanfaatkan informasi visual untuk membantu robot memahami lingkungan fisik sebelum menerapkan kemampuan itu dalam kondisi nyata.
Kemampuan tersebut membuka peluang pemanfaatan AI dalam pengembangan robot dan simulasi lingkungan. Meski demikian, hasil penggunaannya tetap bergantung pada kebutuhan, sistem pendukung, dan penerapan teknologi oleh pengembang.
Dengan akses yang kini tersedia di Indonesia, pengguna dapat mencoba Gemini 4 Argon melalui beberapa layanan Google. Namun, mereka perlu mempertimbangkan biaya langganan atau penggunaan API sebelum memilih cara akses yang sesuai. (ys*)









