Elon Musk Akui Belum Bisa Bikin Chip, tetapi Siapkan Terafab untuk Produksi Semikonduktor

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)

Elon Musk meramalkan humanoid akan lebih banyak jumlahnya dibanding manusia, saat berbicara di forum diskusi World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, akhir Januari 2026.(Euronews)

Jakarta, APGtimes.com – Elon Musk mengakui belum memahami proses pembuatan chip semikonduktor. Namun, CEO Tesla dan SpaceX itu tetap berambisi membangun pabrik chip melalui proyek Terafab untuk memenuhi kebutuhan komputasi bisnisnya.

Musk menyampaikan pengakuan tersebut saat berbincang dengan komunitas Tesla Owners Silicon Valley. Ia mengaku masih harus mempelajari banyak hal tentang industri semikonduktor sebelum menjalankan rencana produksi secara mandiri.

“Saya masih harus belajar banyak sekali tentang pembuatan chip,” ujar Musk. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya belum mengetahui cara membuat chip.

Pernyataan itu menarik perhatian karena Musk ingin mengembangkan fasilitas manufaktur semikonduktor di tengah meningkatnya kebutuhan chip untuk kecerdasan buatan (AI), robotika, dan pusat data.

Musk Siapkan Strategi Produksi Terafab

Meski belum menguasai proses pembuatan chip, Musk sudah memiliki gambaran awal untuk mengoperasikan Terafab. Ia menyoroti kesamaan peralatan yang digunakan perusahaan manufaktur semikonduktor besar, seperti TSMC, Samsung, dan Intel.

Musk menilai kesamaan mesin tersebut membuka peluang untuk mengembangkan proses produksi yang lebih efisien. Ia berencana memulai produksi dengan peralatan konvensional yang sudah tersedia di industri.

Selanjutnya, tim Terafab akan memodifikasi mesin tersebut secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas produksi. Jika peralatan yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan tertentu, timnya akan merancang perangkat khusus.

“Saya pikir kami akan memulai dengan peralatan konvensional, lalu memodifikasinya untuk meningkatkan kapasitas produksi,” kata Musk.

Baca Juga :  AI Picu Gelombang PHK, Bos OpenAI Tegaskan ChatGPT Tak Akan Gantikan Manusia

Strategi ini membutuhkan pengujian dan penyempurnaan berulang. Musk juga memperkirakan pembangunan fasilitas Terafab akan memakan waktu beberapa tahun sebelum mampu memenuhi target produksinya.

Terafab Incar Produksi Chip Terintegrasi

Musk ingin menggabungkan berbagai tahapan manufaktur semikonduktor dalam satu kompleks fasilitas. Rencananya mencakup pembuatan masker litografi, fabrikasi chip, hingga pengemasan atau packaging.

Litografi berperan penting dalam produksi chip karena proses ini membentuk pola sirkuit pada wafer silikon. Produsen membutuhkan peralatan presisi dan teknologi canggih untuk menghasilkan semikonduktor dengan kemampuan tinggi.

Melalui integrasi berbagai tahapan tersebut, Musk ingin timnya lebih leluasa menguji dan menyempurnakan proses produksi. Ia berharap strategi itu dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperbesar kapasitas pembuatan chip.

Namun, tim Terafab harus mengatasi berbagai tantangan teknis sebelum dapat menjalankan seluruh tahapan manufaktur dalam satu fasilitas.

Penuhi Kebutuhan AI, Robotika, dan Pusat Data

Musk merancang Terafab untuk memasok chip bagi sejumlah bisnisnya, termasuk Tesla, xAI, dan SpaceX. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan kemampuan komputasi untuk mengembangkan AI, robotika, kendaraan listrik, dan infrastruktur pusat data.

Musk menilai kapasitas produksi chip global berpotensi tidak mampu memenuhi kebutuhan komputasi yang ia targetkan. Karena itu, ia ingin menambah kemampuan produksi internal agar bisnisnya tidak sepenuhnya bergantung pada pemasok eksternal.

Meski membangun fasilitas sendiri, Musk tidak menutup kemungkinan tetap membeli chip dari produsen lain. Ia justru membuka peluang untuk menggabungkan produksi internal dengan kerja sama industri.

Baca Juga :  Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Musk Bahas Kemungkinan Kerja Sama dengan TSMC

Musk mengonfirmasi bahwa dirinya telah berdiskusi dengan TSMC, perusahaan manufaktur semikonduktor asal Taiwan. Namun, ia menegaskan TSMC tidak akan memiliki ataupun mengelola Terafab.

Salah satu opsi yang muncul dalam pembicaraan tersebut ialah TSMC menyewa sebagian kapasitas fasilitas Terafab. Sementara itu, Tesla tetap berpotensi menjadi pelanggan TSMC meskipun Musk mengembangkan pabrik chip sendiri.

Pola tersebut memungkinkan Tesla mempertahankan hubungan dengan pemasok yang sudah ada sambil menjajaki sumber produksi tambahan.

Musk Prediksi China Atasi Hambatan Teknologi Chip

Sebelum mengungkapkan keterbatasan pengetahuannya tentang pembuatan chip, Musk juga menyoroti perkembangan industri semikonduktor China.

Dalam wawancara dengan media China, CGTN, pada akhir September 2026, ia memperkirakan China dapat mengatasi sejumlah hambatan teknologi litografi dan manufaktur chip dalam waktu dua hingga tiga tahun.

Litografi menjadi salah satu tantangan penting bagi pengembangan semikonduktor canggih karena prosesnya membutuhkan peralatan khusus dan tingkat presisi tinggi.

Meskipun optimistis terhadap perkembangan teknologi China, Musk mengakui dirinya masih harus mempelajari proses produksi chip. Ia tetap melanjutkan rencana Terafab dengan mengandalkan pengembangan teknologi, modifikasi mesin, dan peningkatan proses manufaktur secara bertahap.

Keberhasilan proyek ini akan bergantung pada kemampuan tim Musk mengatasi tantangan teknis serta membangun fasilitas yang mampu menghasilkan chip dalam skala besar. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honor Win Pad Resmi Meluncur, Tablet Gaming dengan Layar 240 Hz dan Baterai 10.000 mAh
Apple Batasi Pembelian iPhone Duo Maksimal 2 Unit, Calo Jual hingga Rp89 Juta
WhatsApp Kembangkan Stiker Bersuara, Audio Bisa Ditambahkan hingga 10 Detik
Shutdown Windows Tak Mematikan PC Sepenuhnya, Ini Fungsi Fast Startup
AiMOGA Bawa Robot Humanoid dan Kursi Roda Kendali Otak ke Chery Summit 2026
Sony Rilis 3 Walkman Premium, Model Berlapis Emas Dibanderol Rp 106 Juta
Redmagic 12 Pro Plus Meluncur, HP Gaming Nubia Bisa Mainkan Gim PC Steam
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Apple Batasi Pembelian iPhone Duo Maksimal 2 Unit, Calo Jual hingga Rp89 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:09 WIB

WhatsApp Kembangkan Stiker Bersuara, Audio Bisa Ditambahkan hingga 10 Detik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Shutdown Windows Tak Mematikan PC Sepenuhnya, Ini Fungsi Fast Startup

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

AiMOGA Bawa Robot Humanoid dan Kursi Roda Kendali Otak ke Chery Summit 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sony Rilis 3 Walkman Premium, Model Berlapis Emas Dibanderol Rp 106 Juta

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB