Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mark Zuckerberg, CEO Meta (Fortune)

Mark Zuckerberg, CEO Meta (Fortune)

Jakarta, APGtimes.com – CEO Meta Mark Zuckerberg menilai perkembangan kecerdasan buatan (AI) harus tetap berada di bawah kendali manusia. Ia juga mendorong agar teknologi AI canggih dapat diakses dan digunakan oleh sebanyak mungkin orang.

Zuckerberg menyampaikan pandangan tersebut melalui esai berjudul “The Future is for Everyone” yang Meta Newsroom publikasikan pada 10 Agustus 2026. Dalam esai itu, ia membahas masa depan superintelligence, yaitu AI dengan kemampuan yang melampaui kemampuan manusia.

Zuckerberg Waspadai Risiko Superintelligence

Zuckerberg mengakui perkembangan teknologi selalu membawa peluang sekaligus risiko. Ia menilai kemajuan AI dapat mengubah berbagai aspek kehidupan manusia dalam waktu yang semakin cepat.

Beberapa risiko yang ia soroti mencakup hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, penyalahgunaan AI untuk serangan siber, ancaman biologis, hingga penggunaan teknologi untuk pengawasan oleh pemerintah.

Baca Juga :  29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Zuckerberg juga mempertimbangkan skenario ekstrem ketika AI memiliki kemampuan yang sangat kuat sehingga manusia kesulitan mempertahankan kendali atas teknologi tersebut.

Namun, Zuckerberg tidak sepakat jika risiko tersebut menjadi alasan untuk menyerahkan penguasaan AI kepada segelintir perusahaan atau pemerintah.

AI Jangan Dikuasai Segelintir Pihak

Menurut Zuckerberg, pemusatan kekuatan AI justru dapat menciptakan risiko yang lebih besar. Karena itu, ia mendorong distribusi teknologi AI canggih secara luas.

Ia melihat dua kemungkinan dalam perkembangan superintelligence. Pertama, sejumlah kecil institusi menguasai teknologi tersebut. Kedua, banyak orang memperoleh akses sehingga mereka dapat menggunakan dan mengarahkan teknologi tersebut.

Zuckerberg memilih opsi kedua. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengarahkan AI sesuai kebutuhan dan kepentingan masing-masing.

“Daripada memusatkan superintelligence, kita harus mendistribusikannya secara luas dan memberikan setiap orang kemampuan untuk mengarahkannya,” kata Zuckerberg.

Baca Juga :  Google Gelontorkan Rp7,9 Triliun ke Startup Jerman, Kejar Pembangkit Listrik Fusi Pertama Eropa

Zuckerberg Tekankan Keseimbangan Kekuatan

Pendiri Facebook tersebut menyebut keseimbangan kekuatan atau balance of power sebagai salah satu kunci dalam menjaga keamanan AI.

Menurut Zuckerberg, manusia memiliki tujuan, kepentingan, serta nilai yang berbeda. Karena itu, ia tidak meyakini satu sistem AI supercerdas dapat menentukan satu jawaban mengenai apa yang terbaik bagi seluruh manusia.

Ia menilai distribusi kekuatan dapat menjadi cara untuk mencegah satu pihak memiliki kendali terlalu besar atas teknologi yang berpotensi mengubah masa depan manusia.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari visi Zuckerberg mengenai arah pengembangan AI. Ia ingin teknologi superintelligence berkembang dengan tetap memberikan ruang bagi manusia untuk menentukan cara penggunaannya. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ilmuwan OpenAI Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ini Kekhawatirannya
iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya
HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru
Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan
John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel
55 Persen Perusahaan Menyesal PHK Karyawan demi AI, Kini Mulai Rekrut Lagi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:09 WIB

Ilmuwan OpenAI Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ini Kekhawatirannya

Senin, 7 September 2026 - 13:09 WIB

iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya

Kamis, 3 September 2026 - 15:09 WIB

HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru

Kamis, 3 September 2026 - 10:09 WIB

Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan

Berita Terbaru