Menkeu Pastikan Cicilan KDKMP Rp37,7 Triliun Dibayar, Ini Proses Sebelum Pencairan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Begini Penjelasan Sumber dan Skema Pemberian Gaji Manajer Kopdes Merah Putih 2026

Begini Penjelasan Sumber dan Skema Pemberian Gaji Manajer Kopdes Merah Putih 2026

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan pemerintah membayar cicilan kredit program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang jatuh tempo Jumat (25/9/2026).

Nilai cicilan pertama tersebut mencapai Rp37,7 triliun. Pemerintah telah menyiapkan anggaran pembayaran sejak awal dan memasukkannya ke dalam APBN 2026.

“Untuk KDKMP ini sudah ada anggarannya dari sejak pertama APBN masuk ke 2026. Jadi pasti dibayar,” kata Suahasil dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia (BI), Kamis (24/9/2026).

Pemerintah Verifikasi Pembangunan KDKMP

Suahasil menjelaskan pemerintah masih menjalankan sejumlah tahapan sebelum mencairkan pembayaran kepada Himbara.

Salah satu tahapan tersebut berupa verifikasi dan validasi pembangunan fisik KDKMP yang sudah terealisasi. Pemerintah perlu memastikan pembangunan di setiap lokasi memenuhi proses pemeriksaan yang berlaku.

Baca Juga :  Starbucks Tutup 250 Gerai di AS dan Kanada, Ini Alasan dan Strategi Pemulihannya

“Dalam proses membayar ini, kita cari cara membayarnya, karena kan tentu harus ada verifikasi atas apa yang sudah dibangun, berapa yang sudah tervalidasi, ada kementerian/lembaga yang perlu memantau di lapangan, ada desa yang tempat itu dibangun,” ujarnya.

Proses tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk PT Agrinas Pangan Nusantara dan Kementerian Koperasi. Pemerintah melakukan pemantauan untuk memastikan data pembangunan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Cicilan Pertama Capai Rp37,7 Triliun

Pembayaran Rp37,7 triliun merupakan cicilan pertama dari skema pembiayaan KDKMP melalui Himbara. Total plafon pembiayaan program tersebut mencapai sekitar Rp240 triliun.

Cicilan yang jatuh tempo mencakup pembayaran pokok dan bunga kredit yang menjadi tanggungan pemerintah.

Suahasil mengatakan APBN memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan anggaran, termasuk untuk mendukung program prioritas pemerintah.

“Sepanjang tahun biasanya kita itu, namanya APBN itu selalu fleksibel. Bahkan kadang-kadang yang belum ada anggarannya kita coba cari anggarannya,” katanya.

Baca Juga :  33.785 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Lulus Diklat, Siap Bertugas di Seluruh Indonesia

KSSK Ikut Memantau Pembayaran

Proses pembiayaan dan pembayaran kredit KDKMP juga mendapat pemantauan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

KSSK terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dalam skema KDKMP, Danantara juga ikut terlibat karena menaungi bank-bank Himbara.

“Apakah KSSK memantau ini? Ya tentu, di dalam KSSK itu ya kami semua, ada Kementerian Keuangan, BI, OJK, LPS, Danantara yang notabene adalah pemilik dari Bank Himbara yang mengerjakan KDKMP. Makanya dengan keberadaan Danantara di situ, menjadi komplit,” ujar Suahasil.

Pemerintah selanjutnya menyelesaikan proses verifikasi dan validasi sebelum menuntaskan pembayaran cicilan kepada bank-bank Himbara. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Asing Jual Bersih Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO Paling Banyak Dilepas
Harga Emas Antam Hari Ini 30 September 2026 Naik Rp15.000, 1 Gram Jadi Rp2,595 Juta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta

Berita Terbaru