Riyadh, APGtimes.com – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) mendorong Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan tekanan terhadap Iran. Kedua negara Teluk itu menolak upaya untuk segera melanjutkan perundingan damai Washington dan Teheran.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Kamis (24/9/2026), Saudi dan UEA meminta pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memberikan konsesi yang dapat mengurangi tekanan terhadap Iran.
Saudi juga mendorong Washington mempertahankan blokade Angkatan Laut AS sampai Iran menyepakati perjanjian baru.
Sikap Saudi Berubah
Sikap Arab Saudi kini berbeda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Sepanjang musim panas, Saudi bersama sejumlah negara Arab mendorong perundingan dengan Iran. Mereka bahkan sempat membuka peluang kesepakatan yang mengakui sebagian pengaruh Iran atas Selat Hormuz.
Namun, serangan Iran terhadap kapal-kapal Arab Saudi di Selat Hormuz mengubah situasi.
Serangan kelompok Houthi di jalur pelayaran alternatif Laut Merah turut memperburuk kondisi keamanan kawasan.
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman kemudian dilaporkan meminta pejabat AS mempertahankan blokade hingga Iran menerima kesepakatan baru.
UEA juga mulai menurunkan harapan terhadap perundingan diplomatik. Para pejabat negara itu menilai serangan terhadap kapal dan kekerasan di kawasan menunjukkan Iran belum menunjukkan keinginan kuat untuk kembali ke meja perundingan.
UEA juga menolak kemungkinan Iran menguasai Selat Hormuz secara permanen.
Qatar dan Oman Tetap Dorong Diplomasi
Oman dan Qatar mengambil posisi berbeda dari Saudi serta UEA.
Kedua negara menilai konflik telah memberikan dampak besar terhadap kawasan. Mereka mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap sekaligus penghentian serangan terhadap negara-negara Teluk.
Qatar juga berusaha mempertemukan kembali Iran dan AS di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menteri Luar Negeri Iran tiba di Doha pada Minggu untuk membahas sejumlah proposal baru. Salah satu usulan mencakup jeda pertempuran selama tujuh hari.
Jeda tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi penghentian serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan.
Sebagai imbalannya, Iran menginginkan AS mencabut blokade maritim.
Trump Sebut AS-Iran Akan Bertemu Lagi
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pada Selasa (22/9/2026) bahwa Washington dan Teheran kemungkinan kembali bertemu dalam waktu dekat.
Namun, proses tersebut menghadapi hambatan dari perbedaan sikap kedua pihak.
AS disebut telah berulang kali memberi tahu Qatar bahwa Trump tidak berniat mencabut embargo maritim terhadap Iran.
Para mediator kini menghadapi tantangan untuk mempertemukan kembali kepentingan AS, Iran, serta negara-negara Teluk yang memiliki kepentingan langsung terhadap keamanan Selat Hormuz. (de*)









