Taiwan Tutup Kantor di Papua Niugini, Pembelian LNG dan Bantuan Medis Ikut Dihentikan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Taiwan. (Dok. Istimewa)

Ilustrasi Taiwan. (Dok. Istimewa)

Taipei, APGtimes.com — Taiwan memutuskan menutup kantor perwakilannya di Papua Niugini dan menarik seluruh staf yang bertugas di negara Pasifik Selatan tersebut.

Keputusan itu menyusul perselisihan diplomatik selama beberapa bulan. Taiwan menuding China menggunakan tekanan politik dan kekuatan ekonomi untuk memengaruhi kebijakan luar negeri Papua Niugini.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengumumkan langkah tersebut pada Jumat (6/11/2026). Sebelumnya, pemerintah Papua Niugini menutup kantor perwakilan Taiwan di ibu kota Port Moresby pada Juli 2026.

Taiwan sempat menolak keputusan tersebut. Namun, pemerintah Taiwan kini memilih menutup kantor perwakilannya sekaligus menarik seluruh personel dari negara itu.

Selain itu, Taiwan akan meninjau kembali hubungan kerja sama bilateral dengan Papua Niugini.

Taiwan Tuduh China Tekan Papua Niugini

Kementerian Luar Negeri Taiwan menilai tindakan terbaru pemerintah Papua Niugini telah merusak kepercayaan yang terbangun melalui kerja sama jangka panjang kedua pihak.

Baca Juga :  Bitcoin Naik 36 Persen, Harga Emas Turun dan Saham AS Nyaris Tak Bergerak

Taiwan juga menuding China terus menggunakan pengaruh politik dan ekonomi untuk membatasi ruang gerak diplomatik Taiwan di tingkat internasional.

“Tindakan-tindakan ini juga mencerminkan penggunaan tekanan politik dan pengaruh ekonomi secara terus-menerus oleh China untuk mencampuri keputusan diplomatik negara lain dan menekan ruang gerak internasional Taiwan,” demikian pernyataan kementerian tersebut.

Menurut Taiwan, setiap negara seharusnya mengambil keputusan diplomatik secara mandiri tanpa campur tangan pihak lain.

Perselisihan ini memperburuk hubungan Taiwan dan Papua Niugini. Kedua pihak sebelumnya menjalin sejumlah program kerja sama, termasuk di bidang perdagangan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Taiwan Hentikan Pembelian LNG dari Papua Niugini

Dampak perselisihan tersebut tidak hanya menyentuh hubungan diplomatik. Taiwan juga memutuskan menghentikan pembelian gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari Papua Niugini melalui kontrak langsung.

Kementerian Luar Negeri Taiwan menegaskan tidak akan menandatangani kontrak pembelian LNG spot baru dengan negara tersebut.

Baca Juga :  Awak Media China Ricuh di Gedung Putih Saat Xi Jinping Tiba, Petugas Keamanan Turun Tangan

Menurut data kementerian, pembelian LNG Taiwan menyumbang sekitar sepertiga dari total ekspor gas Papua Niugini. Namun, Papua Niugini hanya memasok sekitar 8 persen kebutuhan impor gas Taiwan pada 2025.

Porsi tersebut masih berada di bawah sejumlah pemasok utama Taiwan. Qatar menyumbang 34 persen, Australia 33 persen, sedangkan Amerika Serikat memasok 10 persen.

Taiwan Akhiri Program Bantuan dan Kerja Sama

Taiwan juga akan mengakhiri sejumlah program kerja sama teknis dengan Papua Niugini. Langkah ini mencakup penghentian misi medis, program beasiswa terkait, serta kegiatan pengembangan sumber daya manusia.

Penarikan staf dan penghentian berbagai program tersebut menandai perubahan besar dalam hubungan kedua pihak.

Dengan kebijakan ini, Taiwan tidak hanya menutup kantor perwakilannya di Port Moresby. Pemerintah Taiwan juga mengurangi hubungan ekonomi dan kerja sama pembangunan dengan Papua Niugini. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wall Street Anjlok Parah! Nasdaq Turun 5,52 Persen, Saham Nvidia dan Broadcom Berguguran
Elon Musk Gelontorkan Rp 9 Triliun untuk Republik, tetapi Kandidat Dukungannya Kalah
Denda Perusahaan Penyebab Kabut Asap di Singapura Melonjak 10 Kali Lipat
Demokrat Rebut Georgia, Keisha Lance Bottoms Kalahkan Kandidat yang Didukung Trump
Pemilu Sela AS 2026 Jadi Ujian Trump, Ini 5 Tantangan yang Menanti hingga 2028
Singapura Bentuk Panel Investigasi, 10 Perusahaan Terkait Karhutla Masuk Pemeriksaan
Radja Nainggolan Terancam 2 Tahun Penjara, Jaksa Tuntut Denda Rp2,12 Miliar
Hakim AS Selidiki Pengacara Pemerintahan Trump soal Rencana Penutupan Lapangan Golf
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:09 WIB

Taiwan Tutup Kantor di Papua Niugini, Pembelian LNG dan Bantuan Medis Ikut Dihentikan

Jumat, 6 November 2026 - 12:09 WIB

Wall Street Anjlok Parah! Nasdaq Turun 5,52 Persen, Saham Nvidia dan Broadcom Berguguran

Kamis, 5 November 2026 - 20:09 WIB

Elon Musk Gelontorkan Rp 9 Triliun untuk Republik, tetapi Kandidat Dukungannya Kalah

Rabu, 4 November 2026 - 22:09 WIB

Denda Perusahaan Penyebab Kabut Asap di Singapura Melonjak 10 Kali Lipat

Rabu, 4 November 2026 - 19:09 WIB

Demokrat Rebut Georgia, Keisha Lance Bottoms Kalahkan Kandidat yang Didukung Trump

Berita Terbaru