Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Waspada Usai Serangan di Bandara Riyadh

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha (tengah) memberikan keterangan pers di Kantor Daker Makkah, Selasa. (ANTARA/HO-MCH 2026)

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha (tengah) memberikan keterangan pers di Kantor Daker Makkah, Selasa. (ANTARA/HO-MCH 2026)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan setelah serangan kembali menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Kemenhaj mengimbau jemaah umrah menjauhi kawasan berisiko dan mengikuti petunjuk keselamatan dari otoritas setempat.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan imbauan tersebut pada Senin (12/10/2026). Ia meminta WNI tetap tenang, mematuhi aturan setempat, dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas.

Kemenhaj Minta WNI Menghindari Kawasan Rawan

Ichsan meminta WNI tidak mendatangi lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar memantau perkembangan situasi melalui pengumuman resmi pemerintah dan otoritas Arab Saudi.

Selain itu, Kemenhaj meminta masyarakat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi dapat memicu keresahan di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi perlu menjalin komunikasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Koordinasi tersebut membantu jemaah memperoleh informasi perjalanan terbaru sekaligus memahami arahan keselamatan dari pihak terkait.

Baca Juga :  BGN Sebut Dana Program MBG Capai Rp1 Triliun per Hari, Gerakkan Ekonomi Warga

Calon Jemaah Diminta Memeriksa Jadwal Keberangkatan

Kemenhaj meminta calon jemaah yang belum berangkat agar terus memantau perkembangan situasi di Arab Saudi. Mereka juga perlu menghubungi PPIU untuk memastikan jadwal keberangkatan, status penerbangan, dan kesiapan perjalanan.

PPIU perlu memeriksa kondisi jemaah yang sedang berada di Arab Saudi serta menyampaikan informasi penting secara berkala. Langkah ini membantu jemaah mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas dan tepercaya.

Calon jemaah juga perlu menghindari keputusan terburu-buru hanya berdasarkan kabar di media sosial. Sebaliknya, mereka harus mengutamakan pengumuman resmi dan berkoordinasi langsung dengan penyelenggara perjalanan.

Serangan Kembali Menyasar Bandara Riyadh

Laporan AFP menyebut kelompok Houthi asal Yaman kembali menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Minggu (11/10/2026). Insiden tersebut menyusul serangan sebelumnya yang dilaporkan menewaskan sedikitnya belasan orang dan melukai ratusan lainnya.

Baca Juga :  Hampir 100 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan sebuah proyektil menghantam kawasan bandara dan memicu kebakaran. Sistem pertahanan udara juga mencegat rudal lain di dekat lokasi.

Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengonfirmasi adanya korban luka. Namun, pihak berwenang belum merinci jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.

Kemenhaj Minta Jemaah Mengutamakan Keselamatan

Kemenhaj kembali mengingatkan WNI, termasuk jemaah umrah, agar menjaga kewaspadaan selama berada di Arab Saudi. Masyarakat perlu mengikuti arahan otoritas setempat, menghindari kawasan berisiko, dan menjaga komunikasi dengan PPIU.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. Dengan memantau sumber resmi dan mengikuti petunjuk keselamatan, jemaah dapat mengambil keputusan perjalanan secara lebih cermat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB