Video yang diunggah Clicks ke YouTube menampilkan perangkat keras pra-produksi dan perangkat lunak internal Communicator. Tayangan tersebut memperlihatkan antarmuka, navigasi aplikasi, hingga sejumlah fitur komunikasi yang mulai berfungsi.
Clicks mengembangkan Communicator untuk pengguna yang menginginkan pengalaman mengetik menggunakan tombol fisik sekaligus perangkat yang berfokus pada komunikasi sehari-hari.
Antarmuka Android Lebih Sederhana
Wakil Presiden Pemasaran Clicks, Jeff Gadway, memperlihatkan antarmuka khusus Communicator yang menggunakan Niagara Launcher. Antarmuka ini mengutamakan kesederhanaan dan tidak memenuhi layar dengan banyak ikon aplikasi seperti kebanyakan smartphone Android.
Pengguna dapat melihat daftar aplikasi dalam susunan vertikal. Karena layar Communicator berukuran kecil, perangkat ini hanya menampilkan hingga lima baris ikon aplikasi dalam satu waktu.
Pemilik ponsel juga bisa memilih aplikasi yang ingin muncul di layar utama, seperti WhatsApp dan Gmail. Selain menyentuh layar untuk menelusuri daftar, pengguna dapat mengetik nama aplikasi melalui keyboard fisik agar lebih cepat menemukan aplikasi yang mereka cari.
Communicator turut menampilkan pemberitahuan pesan langsung di layar utama. Saat WhatsApp menerima pesan, layar memperlihatkan nama pengirim dan isi pesan di samping ikon aplikasi. Pengguna cukup menggeser pemberitahuan ke kiri untuk menyembunyikan pratinjau pesan.
Dalam video tersebut, Gadway juga memperlihatkan kemampuan perangkat untuk memutar musik, menerima panggilan telepon, serta berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.
Keyboard Fisik dan Pemindai Sidik Jari
Daya tarik utama Clicks Communicator terletak pada keyboard QWERTY fisik di bawah layar. Desain ini mengingatkan pengguna pada ponsel BlackBerry yang populer pada era 2000-an, ketika tombol fisik menjadi ciri khas perangkat untuk berkirim pesan dan bekerja.
Clicks juga menyematkan pemindai sidik jari pada tombol spasi. Penempatan tersebut menggabungkan fungsi mengetik dan autentikasi dalam satu bagian perangkat sehingga pengguna dapat membuka ponsel tanpa harus mencari sensor terpisah.
Selain keyboard fisik, Communicator menyediakan jack headphone 3,5 mm dan slot microSD. Kedua fitur tersebut memberi pilihan tambahan bagi pengguna yang masih mengandalkan headphone berkabel atau ingin memperluas kapasitas penyimpanan.
Spesifikasi Clicks Communicator
Berikut sejumlah spesifikasi yang telah diperkenalkan Clicks untuk Communicator:
-
Layar: OLED 4 inci
-
Sistem operasi: Android 16
-
Keyboard: QWERTY fisik
-
Kamera belakang: 50 MP
-
Kamera depan: 24 MP
-
Baterai: 4.000 mAh
-
Konektivitas: NFC, Bluetooth, dan Wi-Fi
-
Fitur tambahan: pemindai sidik jari pada tombol spasi, jack headphone 3,5 mm, dan slot microSD
Dengan layar 4 inci, Communicator memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan sebagian besar smartphone Android masa kini. Namun, Clicks menggabungkan ukuran ringkas tersebut dengan tombol fisik dan fitur modern untuk menunjang komunikasi.
Diposisikan sebagai Ponsel Kedua
Clicks tidak memosisikan Communicator sebagai pengganti penuh smartphone utama. Perusahaan justru mengarahkannya sebagai perangkat kedua atau ponsel cadangan yang berfokus pada komunikasi, seperti berkirim pesan, mengelola email, dan menerima panggilan.
Pendekatan tersebut memungkinkan pengguna tetap mengandalkan ponsel utama untuk kebutuhan lain, termasuk merekam video dan menjalankan aktivitas yang membutuhkan layar lebih besar.
Clicks berencana memperlihatkan demonstrasi fitur tambahan pada kesempatan berikutnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun KompasTekno dari Engadget, Communicator ditargetkan meluncur pada kuartal IV 2026 dengan harga 499 dolar AS. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp8 jutaan, bergantung pada kurs yang berlaku saat peluncuran.
Kehadiran Communicator menawarkan alternatif bagi pengguna yang merindukan pengalaman mengetik dengan keyboard fisik, tetapi tetap ingin menikmati sistem operasi Android dan dukungan aplikasi modern. (ys*)









