BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Dalam rapat tersebut BGN mengajukan anggaran sebesar Rp232,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 dari total keseluruhan pagu anggaran sebesar Rp240,2 triliun. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.(Rivan Awal Lingga)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) didampingi Wakil Kepala BGN Trenggono (kiri) dan Agustina Arumsari (kanan) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Dalam rapat tersebut BGN mengajukan anggaran sebesar Rp232,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 dari total keseluruhan pagu anggaran sebesar Rp240,2 triliun. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.(Rivan Awal Lingga)

Jakarta, APGtimes.com – Badan Gizi Nasional (BGN) terus menata data penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan menyesuaikan jumlah makanan dengan kondisi penerima di lapangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya memperbarui data penerima secara berkala. Pembaruan tersebut membantu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan makanan sesuai jumlah penerima sebenarnya.

“Pembaruan data diperlukan agar penerima manfaat dapat teridentifikasi secara jelas, termasuk berdasarkan identitas dan satuan pendidikan,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

BGN Susun Data By Name By Address

Sudaryono mengatakan BGN ingin memiliki data penerima secara rinci. Data tersebut mencakup nama dan alamat setiap penerima atau by name by address.

Baca Juga :  Komnas HAM Ungkap Masalah Serius di Balik Program MBG, Petugas SPPG Jadi Sorotan

“Kami ingin betul-betul by name, by address, BNBA-nya itu betul-betul benar. Kenapa? Karena kami mau tracing,” kata Sudaryono.

Melalui data tersebut, BGN dapat memantau perkembangan penerima sebelum dan setelah memperoleh program MBG.

Sudaryono mencontohkan, BGN ingin mengetahui perubahan kondisi setiap penerima setelah mengikuti program.

Pembenahan Data Butuh Proses

Sudaryono mengakui pembenahan sistem dan data tidak mudah. Proses tersebut memiliki tingkat kompleksitas tersendiri.

“Ini harus kami lakukan karena ini cara yang benar. Kalau kemarin yang mudah itu ternyata tidak mudah di belakangnya jadi persoalan. Nah, ini kami bereskan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung MBG, Pemerintah Kembangkan Budidaya Ikan di 4.000 Lokasi

BGN akan terus mengevaluasi data penerima agar sistem penyaluran MBG berjalan lebih tertib.

BGN Evaluasi Dapur MBG

Selain memperbaiki data penerima, BGN juga mengevaluasi operasional dapur MBG.

Evaluasi mencakup kapasitas dapur, keamanan pangan, serta kelayakan layanan. BGN ingin memastikan setiap SPPG mampu memenuhi standar penyelenggaraan program.

Sudaryono menegaskan kualitas dan keamanan makanan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG.

“Kualitas dan keamanan pangan merupakan bagian yang tidak dapat dikompromikan dalam pelaksanaan program,” katanya.

Melalui pembaruan data dan evaluasi dapur, BGN berharap pelaksanaan MBG semakin tepat sasaran serta mampu memenuhi kebutuhan penerima manfaat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Kemensos Ungkap 44,6 Juta KPM Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, 36.000 hingga 18 Tahun
Dudung Abdurachman Ungkap Politik ke Depan Tak Selalu Landai, Minta Semua Pihak Jaga Stabilitas
Terungkap 5 Napi Korupsi yang Pakai Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:09 WIB

DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya

Berita Terbaru