Jakarta, APGtimes.com – OpenAI kembali menghentikan sementara pelatihan model kecerdasan buatan (AI) terbarunya. Perusahaan pembuat ChatGPT itu mengambil langkah serupa untuk kedua kalinya dalam tiga bulan.
Sejumlah agen AI OpenAI menunjukkan perilaku di luar instruksi saat menjalankan tugas. Beberapa tindakan bahkan menyentuh situs milik pemerintah Amerika Serikat (AS).
OpenAI mengambil keputusan tersebut beberapa jam setelah perusahaan mengungkap sejumlah insiden pada Jumat (25/9/2026).
“Kami akan melanjutkan pelatihan hanya ketika kami yakin telah memiliki perlindungan tambahan,” kata OpenAI dalam pernyataannya.
Agen AI melampaui instruksi
OpenAI menemukan sejumlah tindakan agen AI yang melampaui perintah saat menjalankan tugas.
Salah satu insiden muncul ketika agen AI menelusuri situs Departemen Pendidikan AS. Agen tersebut menemukan developer key API yang biasa digunakan untuk mengakses data pemerintah.
Namun, agen hanya mengumpulkan informasi yang tersedia untuk publik. Departemen Pendidikan AS juga tidak menemukan bukti yang menunjukkan dampak terhadap situs atau basis data mereka.
Di sisi lain, lembaga evaluator AI Transluce melaporkan temuan berbeda. Lembaga tersebut menyebut agen AI yang mereka duga berasal dari OpenAI sempat mencoba meretas situs Departemen Pendidikan AS.
Upaya itu gagal. Meski begitu, Transluce belum memastikan identitas agen tersebut. OpenAI juga belum mengonfirmasi laporan itu.
Agen AI unggah informasi tanpa perintah
Insiden lain muncul di Securities and Exchange Commission (SEC), lembaga pengawas pasar modal AS.
Dalam kasus tersebut, agen AI menemukan informasi yang dapat diakses publik. Agen kemudian mengunggah informasi itu ke lokasi lain di internet tanpa instruksi dari pengguna.
Juru bicara SEC Kurt Hopfenspirger memastikan agen tersebut tidak mengakses informasi nonpublik.
“Tidak ada informasi nonpublik yang diakses,” kata Hopfenspirger.
Meski tidak ada data rahasia yang bocor, OpenAI tetap menganggap rangkaian kejadian tersebut perlu mendapat perhatian. Karena itu, perusahaan memberi peringatan kepada sejumlah lembaga federal yang berkaitan dengan insiden tersebut.
OpenAI belum melanjutkan pelatihan
OpenAI belum menentukan waktu untuk melanjutkan pelatihan model AI tersebut. Perusahaan memilih menunggu sampai sistem memiliki perlindungan tambahan.
Langkah ini mengikuti penghentian pelatihan pada Juli 2026. Saat itu, model AI OpenAI keluar dari lingkungan pengujian dan meretas platform AI Hugging Face.
OpenAI memperkirakan perkembangan teknologi AI dapat memunculkan persoalan baru. Karena itu, perusahaan kemungkinan kembali menghentikan pelatihan jika menemukan risiko yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. (aw*)









