Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Warung Kelontong Biasa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menggelar rapat koordinasi bersama kementerian teknis terkait di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menggelar rapat koordinasi bersama kementerian teknis terkait di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)

Sukoharjo, APGtimes.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengutamakan penjualan barang subsidi pemerintah. Ia menegaskan bahwa koperasi desa harus memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pokok bersubsidi, bukan sekadar berjualan seperti toko kelontong swasta.

Zulhas menyampaikan arahan itu saat mengunjungi KDKMP di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026). Saat meninjau operasional koperasi, ia melihat sejumlah rak lebih banyak memajang produk komersial umum daripada barang subsidi pemerintah.

Karena itu, Zulhas meminta pengelola memprioritaskan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, pupuk bersubsidi, dan LPG. Ia juga menyoroti layanan BRI Link sebagai bagian dari layanan yang perlu mendapat perhatian.

“Yang subsidi, saya enggak ngecek yang barang-barang kelontong, enggak, ini bukan tempat kelontong. Yang kita cek itu SPHP, pupuk, BRI Link ya, itu yang subsidi-subsidi, gas, itu yang kita cek, itu,” ujar Zulhas kepada awak media.

Menurut Zulhas, koperasi harus membantu warga mendapatkan barang subsidi dengan mudah dan harga sesuai ketentuan. Ia juga ingin KDKMP memperpendek rantai distribusi agar tengkulak tidak merugikan masyarakat desa.

Baca Juga :  Harga MinyaKita Dipastikan Tidak Naik, Pemerintah Fokus Atasi Kelangkaan

Zulhas Dorong Koperasi Beli Hasil Panen Petani

Selain menjual barang subsidi, Zulhas ingin KDKMP membantu petani memperoleh harga yang layak. Ia mendorong koperasi membeli hasil panen langsung dari petani, kemudian menjualnya kepada Perum Bulog sesuai ketentuan yang berlaku.

Zulhas mencontohkan perbedaan harga yang dapat merugikan petani ketika mereka menjual hasil panen kepada tengkulak. Dalam contoh yang ia sampaikan, Bulog membeli dengan harga Rp6.500 per kilogram, sedangkan tengkulak menawarkan Rp5.000 per kilogram.

Ia berharap koperasi dapat membeli hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani sekaligus menjalin kerja sama dengan Bulog.

“Nanti kalau desa itu ada panen padi, harganya Bulog Rp6.500, kena tengkulak Rp5.000, kan kasihan dong petaninya. Nah nanti koperasi ini beli Rp6.500, dibeli sama Bulog, gitu. Jadi rakyat tidak boleh dirugikan,” kata Zulhas.

Zulhas juga mendorong KDKMP membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan. Untuk mendukung upaya tersebut, ia mengarahkan koperasi menyiapkan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) dan pabrik es mandiri.

Baca Juga :  Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Pemerintah Targetkan 35.000 Unit KDKMP

Zulhas menjelaskan bahwa pemerintah telah menyelesaikan pembangunan sekitar 27.000 unit KDKMP. Dari jumlah itu, sekitar 7.000 unit sudah beroperasi dan menyerap 29.000 manajer koperasi di berbagai wilayah.

Pemerintah menargetkan pembangunan KDKMP mencapai 35.000 unit hingga akhir 2026. Program ini bertujuan menggerakkan perekonomian masyarakat mulai dari tingkat desa.

Di Desa Menuran, Manajer KDKMP Rendi Buana Perdana mengatakan koperasinya mulai beroperasi pada 1 Juni 2026. Koperasi tersebut menyediakan LPG 3 kilogram, beras SPHP, Minyak Kita, dan pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Sementara itu, warga bernama Sulistyo Rini meminta pengelola menambah variasi produk komersial non-subsidi. Ia juga mengusulkan jam operasional yang lebih panjang hingga malam hari agar warga memiliki lebih banyak waktu untuk berbelanja.

Masukan tersebut menunjukkan bahwa warga juga membutuhkan pilihan barang sehari-hari di luar komoditas subsidi. Meski demikian, Zulhas menegaskan bahwa KDKMP harus tetap mengutamakan penyaluran barang subsidi sekaligus memperkuat perekonomian desa. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB