1.550 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Belum Teken Kontrak, Ini Kelanjutannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 674 peserta mengikuti latsarmil untuk membangun karakter integritas, loyalitas, kedisiplinan, kekompakan, dan empati yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai manajer KDMP. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta, APGtimes.com – Sebanyak 1.550 calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) masih menunggu kepastian kontrak kerja setelah belum menandatangani Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Mereka berharap PT Agrinas Pangan Nusantara kembali memberikan kesempatan untuk mengisi posisi pengelola koperasi yang masih tersedia.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Destry Anna, menjelaskan bahwa sebanyak 28.624 calon manajer telah lolos seleksi atau tersertifikasi. Dari jumlah tersebut, 26.911 orang telah menandatangani kontrak kerja, sedangkan 159 orang memilih tidak menandatangani perjanjian.

Sebanyak 1.550 Calon Manajer Menunggu Penawaran Ulang

Destry mengatakan, 1.550 calon manajer lainnya belum menyelesaikan proses penandatanganan kontrak. Sebagian dari mereka melewati batas waktu yang telah ditentukan, sementara sebagian lainnya sempat menolak tawaran pekerjaan sebelum akhirnya meminta kesempatan kembali.

Baca Juga :  Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah Waspada Usai Serangan di Bandara Riyadh

Para calon manajer tersebut berharap Agrinas membuka kembali proses penawaran agar mereka dapat memperoleh penempatan di KDKMP yang masih membutuhkan pengelola.

Agrinas telah menawarkan kemungkinan penempatan kepada kelompok calon manajer tersebut. Namun, Kemenkop belum menerima informasi terbaru mengenai tindak lanjut perusahaan terhadap permintaan mereka.

Destry menyampaikan penjelasan tersebut dalam konferensi pers di kantor Kemenkop pada Jumat (16/10/2026).

Manajer yang Sudah Menandatangani Kontrak Mulai Bekerja

Di sisi lain, calon manajer yang telah menandatangani PKWT dan memperoleh penempatan mulai menjalankan tugas. Mereka membantu mempersiapkan koperasi agar dapat menjalankan kegiatan usaha dan melayani masyarakat.

Meski demikian, belum seluruh KDKMP beroperasi secara penuh. Sejumlah koperasi masih berada dalam tahap persiapan, bahkan beberapa lokasi baru memiliki bangunan fisik tanpa aktivitas transaksi.

Dalam situasi tersebut, para manajer menyiapkan berbagai kebutuhan operasional. Mereka menata fasilitas, mempersiapkan stok barang bersubsidi, serta memastikan perlengkapan pendukung tersedia sebelum koperasi mulai beraktivitas.

Baca Juga :  Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Gaji Dijadwalkan Cair Akhir Oktober 2026

Kemenkop menyatakan para manajer yang telah menandatangani kontrak dan mendapatkan penempatan akan menerima gaji pada akhir Oktober 2026. Pembayaran tersebut dijadwalkan paling lambat pada 1 November 2026.

Kepastian pembayaran gaji menjadi salah satu tahapan bagi manajer yang sudah mulai bekerja. Sementara itu, pemerintah dan pihak terkait masih perlu memastikan kesiapan operasional koperasi di berbagai daerah.

Di saat yang sama, nasib 1.550 calon manajer yang belum menandatangani kontrak masih menunggu tindak lanjut Agrinas. Keputusan mengenai penawaran ulang dan penempatan akan menentukan apakah mereka dapat bergabung dalam pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB