TNI AL Ungkap Fungsi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi.(seaforces.org)

Ilustrasi kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi.(seaforces.org)

Jakarta, APGtimes.com – TNI Angkatan Laut (AL) menyiapkan kapal induk Giuseppe Garibaldi untuk menjalankan misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana setelah tiba di Indonesia.

Kadispenal Laksma TNI Tunggul mengatakan kapal tersebut akan fokus menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Untuk Garibaldi rencananya akan dioperasionalkan berfokus kepada Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti bantuan kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam,” kata Tunggul saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).

Garibaldi Akan Ikut HUT TNI

Giuseppe Garibaldi kini berlayar dari Italia menuju Indonesia. TNI AL juga menyiapkan kapal tersebut untuk mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

Kapal eks Angkatan Laut Italia itu rencananya akan mengikuti kegiatan sailing pass. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT TNI ke-81.

“Sesuai rencana awal Garibaldi rencananya akan dilibatkan sebagai salah satu unsur sailing pass dalam rangka HUT TNI ke-81,” ujar Tunggul.

Baca Juga :  Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Berlayar ke Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Namun, TNI AL belum menjelaskan detail keterlibatan Giuseppe Garibaldi dalam kegiatan tersebut.

Perjalanan Menuju Indonesia

Giuseppe Garibaldi meninggalkan Italia pada Senin (24/8/2026) malam waktu setempat. Kapal kemudian melanjutkan perjalanan menuju Indonesia pada Selasa (25/8/2026) dini hari WIB.

Kapal tersebut akan menempuh perjalanan sekitar tiga pekan. Dalam perjalanan, Giuseppe Garibaldi akan melewati Terusan Suez.

Kapal juga dijadwalkan singgah di Jeddah, Arab Saudi. Setelah itu, kapal akan menuju Colombo, Sri Lanka.

Giuseppe Garibaldi kemudian melanjutkan perjalanan menuju Indonesia. Kapal tersebut ditargetkan tiba pada pertengahan September 2026.

Akan Berganti Nama Menjadi KRI Gajah Mada

Setelah tiba di Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.

TNI AL akan melakukan sejumlah penyesuaian sebelum mengoperasikan kapal tersebut. Pemerintah juga menyiapkan kapal ini untuk mendukung berbagai kebutuhan operasi.

Baca Juga :  Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus

DPR RI sebelumnya menyetujui permohonan pemerintah untuk menerima hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.

Rapat paripurna DPR menyetujui penerimaan hibah tersebut pada 21 Juli 2026. Komisi I DPR sebelumnya membahas permohonan hibah alat peralatan pertahanan dan keamanan dari luar negeri.

Fokus pada Misi Kemanusiaan

TNI AL tidak hanya menyiapkan Giuseppe Garibaldi untuk mendukung operasi militer. Kapal ini juga akan membantu masyarakat ketika terjadi bencana alam.

Kemampuan kapal dapat mendukung pengiriman bantuan dalam jumlah besar. Kapal juga dapat membantu proses evakuasi dan penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak bencana.

Dengan kemampuan tersebut, Giuseppe Garibaldi akan memiliki peran penting dalam operasi kemanusiaan Indonesia. Kapal ini juga akan memperkuat kemampuan TNI AL dalam merespons bencana di berbagai wilayah. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB