Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Berlayar ke Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi.(seaforces.org)

Ilustrasi kapal induk Italia, Giuseppe Garibaldi.(seaforces.org)

Jakarta, APGtimes.com – Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini dalam perjalanan menuju Indonesia. Kapal milik Angkatan Laut Italia itu akan menjadi kapal induk pertama Indonesia setelah proses serah terima selesai.

Giuseppe Garibaldi berangkat dari Italia pada Senin (24/8/2026) malam. Kapal tersebut masih menggunakan nama ITS Giuseppe Garibaldi dan mengibarkan bendera Italia selama perjalanan.

Setelah tiba di Indonesia, pemerintah akan mengganti nama kapal menjadi KRI Gajah Mada serta mengibarkan bendera Merah Putih. TNI AL memperkirakan kapal tiba sekitar 15-20 September 2026.

Ukuran Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter. Lebarnya mencapai 23,4 meter pada garis air dan 30,4 meter pada dek penerbangan.

Kapal tersebut memiliki bobot perpindahan 13.850 ton. Dek penerbangannya memiliki panjang 173,8 meter dengan sarat air 6,7 meter.

Baca Juga :  TNI AL Ungkap Fungsi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Indonesia

Empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 menggerakkan kapal melalui sistem COGAG. Sistem tersebut menghasilkan tenaga 60.400 kilowatt atau sekitar 80.998 tenaga kuda.

Dengan tenaga tersebut, Giuseppe Garibaldi mampu melaju hingga 30 knot. Kapal juga memiliki jangkauan sekitar 7.000 mil laut.

Mampu Membawa Pesawat dan Helikopter

Giuseppe Garibaldi dapat membawa sekitar 18 hingga 20 pesawat. Kapal ini juga mampu mengoperasikan berbagai jenis helikopter.

Kekuatan udaranya dapat mencakup EH101, SH90A, dan AB212. Kapal tersebut sebelumnya juga mengoperasikan AV-8B Plus Harrier II yang memiliki kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal.

Untuk pertahanan diri, Giuseppe Garibaldi memiliki peluncur Albatros dengan delapan sel rudal antipesawat Aspide. Kapal ini juga membawa tiga sistem senjata DARDO dengan meriam Breda 40/70.

Baca Juga :  Potensi Hujan Muncul, Menhut Minta OMC Karhutla Riau Dimaksimalkan

Selain menjalankan operasi udara, kapal tersebut dapat berfungsi sebagai pusat komando dan pengendalian armada laut serta udara.

Giuseppe Garibaldi juga memiliki kemampuan Landing Helicopter Assault (LHA). Kemampuan tersebut memungkinkan kapal mengangkut pasukan dan material menggunakan helikopter dalam operasi amfibi.

Lewati Terusan Suez dan Singgah di Dua Negara

Dalam pelayaran menuju Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan melewati Terusan Suez dan Laut Merah. Kapal juga direncanakan singgah di Jeddah, Arab Saudi, serta Colombo, Sri Lanka.

Pelayaran menuju Indonesia membutuhkan waktu sekitar tiga pekan. Sejumlah fregat Italia juga akan mengawal kapal selama perjalanan melewati kawasan tersebut.

Sementara itu, TNI AL menyiapkan pangkalan di Lampung untuk mendukung kedatangan kapal. Infrastruktur pangkalan tersebut ditargetkan selesai sebelum Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT
Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen
Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu
MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026
Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya
Sahroni Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Tapi Ada Catatannya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WIB

Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru