Bangkok, APGtimes.com – Banjir parah melanda Bangkok, Thailand, setelah hujan deras mengguyur ibu kota selama hampir 48 jam. Pemerintah Kota Bangkok (BMA) kemudian menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik pada Sabtu (26/9/2026).
Hujan mulai turun sejak Kamis (24/9/2026) sore dan terus mengguyur sejumlah wilayah. Air merendam permukiman, toko, restoran, hingga jalan utama. Sejumlah kendaraan bahkan terendam banjir.
Sedikitnya 13 ruas jalan utama di Bangkok mengalami genangan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan akses ke sejumlah kawasan terhambat.
Bangkok Tetapkan Status Bencana
Pemerintah Kota Bangkok memberikan kewenangan khusus kepada organisasi setempat untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah masing-masing.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga mempersingkat kunjungannya ke London. Ia memilih segera kembali ke Thailand untuk memantau penanganan bencana.
Sementara itu, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt meminta masyarakat tetap berada di rumah selama kondisi belum sepenuhnya aman.
Curah hujan di Bangkok mencapai hampir 300 milimeter atau sekitar 11,8 inci. Chadchart juga meminta warga tetap tenang dan tidak panik menghadapi kemungkinan gangguan pasokan pangan akibat akses jalan yang terputus.
Ratusan Warga Mengungsi
Pemerintah Bangkok telah menampung sekitar 980 warga di sejumlah tempat penampungan sementara. Petugas juga memindahkan 36 pasien yang membutuhkan perawatan ke rumah sakit.
Pada Sabtu sore, Chadchart menyampaikan bahwa kondisi mulai stabil. Ia mengatakan petugas membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengalirkan air jika hujan tidak kembali turun.
“Jika tidak ada tambahan curah hujan di wilayah ini, masalahnya akan teratasi,” kata Chadchart melalui siaran media sosial.
“Jika hujan berhenti, diperkirakan butuh waktu 2-3 hari untuk mengalirkan air banjir tersebut,” lanjutnya.
Warga Kesulitan Beraktivitas
Banjir juga membuat warga kesulitan keluar rumah. Di kawasan utara pusat Bangkok, pedagang berusia 67 tahun bernama Somkid Pheuk-ngam merasakan langsung dampak luapan air kanal.
“Air terus masuk. Sulit untuk keluar rumah sekarang. Ketinggian air sudah mencapai pinggang saya,” ujar Somkid kepada AFP.
Kondisi banjir membuat sejumlah kawasan Bangkok lumpuh. Warga harus menerjang genangan untuk berpindah tempat, sementara kendaraan tidak dapat melintas di sejumlah ruas jalan.
Pemerintah setempat kini memprioritaskan evakuasi warga, layanan kesehatan, serta pengendalian genangan. Petugas juga terus memantau kondisi sungai dan kanal untuk mengantisipasi peningkatan debit air. (de*)









