Mandalika, APGtimes.com – Pembalap Gresini Racing Alex Marquez menilai perubahan permukaan aspal Sirkuit Mandalika dapat membantu meningkatkan performa motor pada MotoGP Indonesia 2026. Di sisi lain, Marc Marquez mengakui karakter lintasan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, lebih menguntungkan Aprilia dibandingkan Ducati.
Perbedaan karakter lintasan dan respons ban menjadi perhatian kedua pembalap bersaudara tersebut menjelang persaingan di Mandalika. Kondisi aspal baru turut memengaruhi cara tim menentukan pengaturan motor agar pembalap mampu memperoleh daya cengkeram optimal.
Alex menilai permukaan aspal memiliki peran penting dalam menentukan respons ban saat motor melaju di lintasan. Menurutnya, karakter permukaan yang berbeda dapat memengaruhi tingkat cengkeraman serta kemampuan pembalap menjaga kecepatan ketika melewati tikungan.
Perubahan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan Gresini Racing selama akhir pekan balapan. Tim harus mengumpulkan data dan menyesuaikan pengaturan motor agar Alex bisa bersaing dengan pembalap lain.
Aspal Baru Mandalika Jadi Perhatian Alex Marquez
Alex melihat perubahan kondisi lintasan sebagai faktor yang berpotensi membantu pembalap menemukan performa terbaik. Ia menilai karakter aspal dan jenis ban yang digunakan saling memengaruhi tingkat cengkeraman motor.
Penggunaan ban dengan konstruksi berbeda juga menuntut tim melakukan penyesuaian. Setiap karakter ban memberikan respons tersendiri terhadap permukaan aspal, terutama ketika pembalap menghadapi tikungan cepat dan membutuhkan kestabilan motor.
Karena itu, data dari sesi latihan menjadi bekal penting bagi Gresini Racing untuk menentukan pengaturan yang tepat. Tim perlu memastikan motor mampu menjaga keseimbangan antara daya cengkeram, kestabilan, dan kecepatan.
Alex pun menghadapi tantangan untuk memaksimalkan potensi motor sepanjang rangkaian MotoGP Indonesia 2026.
Marc Marquez Akui Aprilia Lebih Cocok di Mandalika
Marc Marquez menilai karakter Sirkuit Mandalika memberikan keuntungan bagi Aprilia. Meski begitu, pembalap Ducati Lenovo Team tersebut tetap berupaya memperbaiki performa motornya agar mampu bersaing di barisan depan.
Marc memilih fokus pada upaya meningkatkan kecepatan dan menemukan pengaturan motor yang sesuai dengan kebutuhan lintasan. Pengalaman dari musim sebelumnya juga membantu Ducati memahami karakter Mandalika dan menentukan langkah perbaikan.
Persoalan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Ducati karena setiap sirkuit memiliki kebutuhan teknis berbeda. Tim harus menemukan keseimbangan yang tepat agar motor mampu memaksimalkan daya cengkeram ban dan menjaga konsistensi selama balapan.
Marc tetap bertekad tampil kompetitif meskipun ia menilai Aprilia memiliki kecocokan lebih baik dengan karakter lintasan Mandalika.
Persaingan MotoGP Indonesia Berlanjut
MotoGP Indonesia 2026 berlangsung di Sirkuit Mandalika pada 9–11 Oktober. Para pembalap memanfaatkan sesi latihan untuk mengevaluasi performa motor, menentukan pilihan ban, dan menyusun strategi menghadapi kualifikasi serta balapan.
Alex ingin memaksimalkan potensi Gresini Racing, sedangkan Marc berusaha membawa Ducati lebih dekat dengan para pesaingnya. Perbedaan pendekatan kedua pembalap tersebut memperlihatkan pentingnya penyesuaian teknis dalam menghadapi karakter lintasan yang menantang.
Kondisi aspal, daya cengkeram ban, dan pengaturan motor akan menjadi faktor penting dalam persaingan di Mandalika. Hasil evaluasi selama sesi latihan diharapkan membantu masing-masing tim menentukan strategi untuk menghadapi balapan. (ys*)









