Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 115 Pelanggaran Finansial Premier League

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manchester City ditemukan bersalah atas pelanggaran-pelanggaran finansial antara tahun 2009-2010 dan 2017-2018.(AFP/ANTHONY DEVLIN)

Manchester City ditemukan bersalah atas pelanggaran-pelanggaran finansial antara tahun 2009-2010 dan 2017-2018.(AFP/ANTHONY DEVLIN)

Manchester, APGtimes.com – Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League. Komisi independen menyelesaikan pemeriksaan terhadap 115 tuduhan yang membayangi klub tersebut selama bertahun-tahun.

Premier League mengumumkan hasil pemeriksaan pada Selasa (29/9/2026). Komisi menyatakan City melakukan pelanggaran serius selama periode 2009-2018.

Komisi menemukan penggunaan kontrak komersial yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya. Menurut putusan tersebut, skema itu membuat pendapatan City terlihat lebih besar sekaligus menekan biaya yang tercatat.

Premier League menyebut nilai pendapatan yang dilebihkan mencapai 855,2 juta poundsterling. Sementara itu, klub juga tercatat mengurangi biaya yang dilaporkan sebesar 66,2 juta poundsterling.

Selain persoalan laporan keuangan, komisi menemukan pelanggaran terhadap kewajiban City untuk bekerja sama dengan Premier League. Tiga dari empat tuduhan terkait kewajiban tersebut dinyatakan terbukti.

Awal kasus Manchester City

Kasus ini bermula pada November 2018. Majalah Der Spiegel menerbitkan laporan berdasarkan dokumen Football Leaks yang memuat tuduhan pelanggaran Financial Fair Play oleh Manchester City.

Baca Juga :  Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Ferran Torres Hancurkan Mimpi Argentina di Final

UEFA kemudian membuka penyelidikan formal terhadap klub tersebut. Pada Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan tampil selama dua musim di kompetisi Eropa dan denda 30 juta euro.

City mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Pada Juli 2020, CAS membatalkan larangan tersebut. CAS juga menyatakan sebagian tuduhan terkait pendapatan sponsor tidak terbukti, sedangkan tuduhan lain tidak dapat diproses karena melewati batas waktu.

Premier League Ajukan 115 Tuduhan

Kasus kemudian berlanjut ke Premier League. Pada Februari 2023, Premier League secara resmi mengajukan 115 tuduhan kepada City dan menyerahkan perkara tersebut kepada komisi independen.

Tuduhan mencakup laporan keuangan yang tidak akurat, pelanggaran aturan Financial Fair Play, pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan, serta kegagalan melaporkan sejumlah kontrak.

City membantah tuduhan tersebut. Klub juga mempertahankan posisinya selama proses pemeriksaan berlangsung.

Sidang komisi independen akhirnya dimulai pada September 2024. Proses pemeriksaan berlangsung sekitar 10 pekan dan berakhir pada Desember 2024.

Putusan keluar pada September 2026

Pada September 2026, perkembangan kasus mulai memasuki tahap akhir. Premier League kemudian mengumumkan putusan komisi independen pada 29 September.

Baca Juga :  Mahasiswa UPI Rendi Setia Maulana Raih Perak Asian Games 2026 dari Rowing

Komisi menyatakan City bersalah atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim. Komisi juga menyatakan klub bersalah atas sebagian besar tuduhan terkait kegagalan bekerja sama dalam penyelidikan.

Manchester City menolak hasil tersebut. Klub menyatakan akan menggunakan jalur banding dan tetap mempertahankan bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan Premier League. City memiliki waktu hingga 2 Oktober 2026 untuk mengajukan banding.

Sanksi Manchester City Belum Diputuskan

Putusan tersebut belum menentukan hukuman bagi Manchester City. Premier League akan membawa persoalan sanksi ke sidang lanjutan komisi.

Karena itu, proses hukum kasus ini masih berlanjut. Hasil banding dan keputusan mengenai sanksi akan menentukan tahap berikutnya bagi Manchester City.

Kasus tersebut menjadi salah satu proses disipliner terbesar dalam sejarah Premier League karena mencakup 115 tuduhan dan periode pelanggaran selama sembilan musim. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marc Marquez Ingin Akhiri Rekor Buruk di Mandalika, Target Utamanya Finis
Prabowo Ungkap Bonus Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir yang Atur
Rahasia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggott Ungkap Strategi John Herdman
Gianni Infantino Temui Prabowo di Istana Jelang Final Indonesia vs Thailand
Manchester City Terbukti Bersalah atas 115 Tuduhan, Ini Pelanggaran Finansialnya
Timnas Futsal Indonesia Panggil 20 Pemain untuk Copa das Nacoes 2026 di Brasil
Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37
Mahasiswa UPI Rendi Setia Maulana Raih Perak Asian Games 2026 dari Rowing
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Marc Marquez Ingin Akhiri Rekor Buruk di Mandalika, Target Utamanya Finis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Ungkap Bonus Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir yang Atur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Rahasia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggott Ungkap Strategi John Herdman

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Gianni Infantino Temui Prabowo di Istana Jelang Final Indonesia vs Thailand

Rabu, 30 September 2026 - 19:09 WIB

Manchester City Terbukti Bersalah atas 115 Tuduhan, Ini Pelanggaran Finansialnya

Berita Terbaru