Rahasia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggott Ungkap Strategi John Herdman

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Timnas Indonesia mengangkat trofi dalam perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).(KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)

Pemain Timnas Indonesia mengangkat trofi dalam perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).(KOMPAS.com/ADIL NURSALAM)

Jakarta, APGtimes.com – Elkan Baggott menyebut Timnas Indonesia kini layak menyandang status sebagai raja Asia Tenggara setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Bek berpostur 196 sentimeter itu mengaku bangga bisa mempersembahkan gelar bagi Indonesia. Terlebih, Baggott lahir di Bangkok, Thailand, pada 23 Oktober 2002.

Pemain yang kini memperkuat Millwall tersebut lahir dari ayah berkewarganegaraan Inggris dan ibu asal Indonesia. Ia kemudian memilih membela Timnas Indonesia di level internasional.

“Saya sangat bangga menjadi orang Indonesia hari ini. Kami adalah raja Asia Tenggara,” kata Baggott dalam konferensi pers seusai final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026).

280 Juta Harapan di Pundak Garuda

Kesuksesan Timnas Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan para pemain. Kemenangan itu juga mewakili harapan sekitar 280 juta masyarakat Indonesia.

John Herdman memahami besarnya tekanan tersebut. Pelatih Timnas Indonesia itu bahkan menampilkan tulisan “280 million reasons” di ruang ganti Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Pesan tersebut menggambarkan motivasi besar yang ingin Herdman tanamkan kepada para pemain.

Timnas Indonesia memang harus menunggu sangat lama untuk kembali mengangkat trofi di level senior. Penantian itu berlangsung selama puluhan tahun setelah Indonesia terakhir meraih gelar SEA Games pada 1991.

Skuad Garuda juga berkali-kali gagal dalam pertandingan final Piala AFF. Enam kekalahan di partai puncak menjadi luka yang terus membayangi perjalanan tim.

Namun, Herdman justru menjadikan sejarah tersebut sebagai sumber motivasi.

Herdman Putar Kembali Luka Kekalahan

Sebelum pertandingan final melawan Thailand, Herdman memperlihatkan video berisi rangkaian kegagalan Indonesia di final sebelumnya.

Video itu juga menampilkan momen ketika Indonesia kebobolan melawan Thailand.

“Pelatih sempat menunjukkan kepada kami sebuah video montase di hotel sebelum pertandingan. Isinya tentang semua kekalahan kami di final sebelumnya,” ujar Baggott.

Baca Juga :  Timnas Putri Indonesia Vs Kamboja 1-1, Mochizuki Soroti Finishing dan Skill Individu

Strategi tersebut berhasil membangun mental pemain. Mereka menghadapi tekanan final dengan keyakinan hingga pertandingan berakhir.

Indonesia bahkan harus melalui situasi sulit saat menghadapi Thailand.

Dean James membawa Indonesia unggul lebih dulu. Thailand kemudian menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada penghujung waktu normal.

Thailand juga harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81. Namun, mereka justru mampu mencetak gol pada babak tambahan melalui Peeradol Chamratsamee.

Indonesia tidak menyerah. Baggott kemudian mencetak gol penyama kedudukan dan membawa pertandingan menuju adu penalti.

Adu Penalti Hantarkan Indonesia Juara

Adu penalti kembali mempertemukan Indonesia dengan trauma masa lalu.

Skuad Garuda pernah kalah dari Thailand melalui adu penalti pada SEA Games 1997 dan final Piala AFF 2002. Kedua pertandingan tersebut juga berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kali ini, Indonesia mampu memutus catatan buruk tersebut.

Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas sebagai algojo.

Kiper Emil Audero kemudian menjadi penentu. Ia menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya.

Indonesia akhirnya menang 4-2 dalam adu penalti setelah bermain 2-2 hingga babak tambahan.

“Saya bangga kepada para pemain atas apa yang mereka berikan satu sama lain dan kepada negara ini,” kata Herdman.

“Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi Indonesia. Trofi pertama dalam sejarah,” lanjutnya.

Filosofi Persaudaraan Herdman

Herdman juga membangun konsep “brotherhood” dalam skuad Timnas Indonesia.

Ia ingin para pemain saling mendukung dan bergerak menuju tujuan yang sama. Filosofi itu terlihat dalam perjalanan Indonesia menuju gelar juara.

Baca Juga :  Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan

Indonesia sempat menghadapi Malaysia dengan 10 pemain pada fase grup. Namun, skuad Garuda tetap mampu bertahan dan meraih hasil penting.

Pada laga lainnya, Indonesia harus mengejar banyak gol saat menghadapi Bangladesh. Pada pertandingan berbeda, Malaysia menang 6-0 atas Singapura.

Indonesia kemudian merespons dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh. Hasil tersebut mengantarkan Garuda ke final.

Emil Audero juga menegaskan mental pantang menyerah menjadi salah satu kekuatan Indonesia.

“Gol terakhir Thailand bisa membunuh siapa saja, tapi bukan kami. Kami memutuskan untuk tak menyerah dan terus percaya sampai akhir,” ujar Audero.

Gaya Melatih Herdman

Herdman memiliki pendekatan berbeda dalam membangun kemampuan pemain.

Saat menjadi asisten Elliott Dickman di tim U-9 Sunderland, ia pernah menggunakan musik samba Brasil dalam sesi latihan.

Herdman ingin pemain muda bergerak lebih bebas. Ia juga memakai bola berukuran lebih kecil dengan beban tambahan untuk meningkatkan kontrol dan kekuatan pemain.

Dickman menilai Herdman tidak sekadar memberikan instruksi. Ia lebih sering mengajak pemain berpikir melalui pertanyaan.

Pendekatan tersebut mendorong pemain mengambil keputusan sendiri di lapangan.

Herdman kini membawa filosofi itu ke Timnas Indonesia. Hasilnya terlihat dari mental skuad Garuda sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026.

Dedikasi Herdman juga mendapat pengakuan dari para pemain. Justin Hubner bahkan pernah menggambarkan sang pelatih sebagai sosok yang bekerja hampir tanpa henti.

Kini, kerja keras tersebut berbuah trofi. Indonesia berhasil menaklukkan Thailand dan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Elkan Baggott pun memiliki alasan untuk bangga. Ia lahir di Thailand, tetapi akhirnya membantu Indonesia menaklukkan negara kelahirannya sekaligus mengukuhkan Garuda sebagai raja Asia Tenggara.(de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marc Marquez Ingin Akhiri Rekor Buruk di Mandalika, Target Utamanya Finis
Prabowo Ungkap Bonus Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir yang Atur
Gianni Infantino Temui Prabowo di Istana Jelang Final Indonesia vs Thailand
Manchester City Terbukti Bersalah atas 115 Tuduhan, Ini Pelanggaran Finansialnya
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 115 Pelanggaran Finansial Premier League
Timnas Futsal Indonesia Panggil 20 Pemain untuk Copa das Nacoes 2026 di Brasil
Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37
Mahasiswa UPI Rendi Setia Maulana Raih Perak Asian Games 2026 dari Rowing
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Marc Marquez Ingin Akhiri Rekor Buruk di Mandalika, Target Utamanya Finis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Ungkap Bonus Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir yang Atur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Rahasia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggott Ungkap Strategi John Herdman

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Gianni Infantino Temui Prabowo di Istana Jelang Final Indonesia vs Thailand

Rabu, 30 September 2026 - 19:09 WIB

Manchester City Terbukti Bersalah atas 115 Tuduhan, Ini Pelanggaran Finansialnya

Berita Terbaru