Manchester City Terbukti Bersalah atas 115 Tuduhan, Ini Pelanggaran Finansialnya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trofi juara Premier League atau kompetisi kasta teratas Liga Inggris. (Dok.Liga Inggris)

Trofi juara Premier League atau kompetisi kasta teratas Liga Inggris. (Dok.Liga Inggris)

Manchester, APGtimes.com – Manchester City terbukti melanggar seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius aturan keuangan Premier League selama periode sembilan musim. Komisi independen menyatakan klub melakukan pelanggaran pada musim 2009/2010 hingga 2017/2018.

Premier League mengumumkan hasil keputusan tersebut pada Selasa (29/9/2026). Komisi juga menyatakan City terbukti melakukan sebagian besar pelanggaran terkait kewajiban bekerja sama dalam penyelidikan Premier League. Tiga dari empat tuduhan soal kerja sama tersebut terbukti.

Kontrak sponsor dan pendapatan Manchester City

Komisi menemukan Manchester City menggunakan sejumlah perjanjian yang tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya dengan mitra komersial.

Menurut hasil pemeriksaan, skema tersebut membuat pendapatan klub terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. Pada saat yang sama, skema itu juga menekan biaya yang tercatat dalam laporan keuangan.

Komisi turut menemukan kesalahan dalam laporan keuangan yang City sampaikan kepada auditor dan regulator sepak bola.

City dinilai melanggar batas pengeluaran

Manchester City juga secara signifikan melanggar batas pengeluaran yang berlaku di Premier League dan UEFA.

Baca Juga :  I.League Resmi Luncurkan League Cup, Simak Jadwal Lengkap Kompetisi Musim 2026-2027

Komisi menyatakan klub tidak melaporkan pendapatan serta pengeluaran secara akurat. Jika City mencatat seluruh kesepakatan secara benar, klub akan melampaui batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah besar.

Salah satu temuan berkaitan dengan skema pendanaan sponsor. Dalam skema tersebut, sponsor hanya membayar sebagian nilai kontrak. Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), selaku pemilik klub, kemudian menanggung bagian lainnya.

Komisi juga memeriksa transaksi yang berkaitan dengan Fordham serta hak citra pemain. Temuan tersebut masuk dalam rangkaian pemeriksaan terhadap cara City mencatat pendapatan dan biaya.

Premier League sebut City tidak kooperatif

Penyelidikan Premier League berlangsung selama beberapa tahun. Dalam proses tersebut, komisi menemukan sejumlah tindakan yang melanggar kewajiban kerja sama dan itikad baik.

Komisi menyatakan tiga dari empat dugaan pelanggaran terkait kewajiban tersebut terbukti. Premier League menilai temuan itu menunjukkan adanya hambatan terhadap proses investigasi.

Premier League memulai penyelidikan terhadap Manchester City pada Desember 2018. Liga kemudian mengajukan pengaduan resmi kepada komisi independen pada Februari 2023.

Baca Juga :  Tangis Gabriel Usai Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Schmeichel Sebut Pemain Terbaik di Lapangan

Sidang berlangsung 42 hari

Komisi independen memulai sidang pada September 2024. Proses pemeriksaan berlangsung selama 42 hari dan berakhir pada Desember 2024.

Setelah itu, komisi memproses berbagai dokumen dan bukti sebelum menerbitkan keputusan inti yang telah melalui penyuntingan. Premier League kemudian memublikasikan hasil keputusan tersebut pada 29 September 2026.

Sanksi Manchester City belum ditentukan

Putusan bersalah tersebut belum menentukan sanksi untuk Manchester City. Premier League akan membahas hukuman dalam sidang lanjutan bersama komisi independen.

Aturan Premier League memungkinkan komisi menjatuhkan sejumlah jenis sanksi, termasuk denda, pengurangan poin, dan sanksi olahraga lainnya.

Manchester City masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. Premier League memberikan batas waktu hingga Jumat (2/10/2026) bagi klub untuk menggunakan hak tersebut.

Dengan demikian, perkara Manchester City belum sepenuhnya berakhir. Proses berikutnya akan menentukan sanksi yang harus klub jalani serta perkembangan dari hak banding yang tersedia. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marc Marquez Ingin Akhiri Rekor Buruk di Mandalika, Target Utamanya Finis
Prabowo Ungkap Bonus Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir yang Atur
Rahasia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggott Ungkap Strategi John Herdman
Gianni Infantino Temui Prabowo di Istana Jelang Final Indonesia vs Thailand
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 115 Pelanggaran Finansial Premier League
Timnas Futsal Indonesia Panggil 20 Pemain untuk Copa das Nacoes 2026 di Brasil
Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Main 10 Pemain Sejak Menit ke-37
Mahasiswa UPI Rendi Setia Maulana Raih Perak Asian Games 2026 dari Rowing
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Marc Marquez Ingin Akhiri Rekor Buruk di Mandalika, Target Utamanya Finis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Ungkap Bonus Timnas Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir yang Atur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Rahasia Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Elkan Baggott Ungkap Strategi John Herdman

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Gianni Infantino Temui Prabowo di Istana Jelang Final Indonesia vs Thailand

Rabu, 30 September 2026 - 19:09 WIB

Manchester City Terbukti Bersalah atas 115 Tuduhan, Ini Pelanggaran Finansialnya

Berita Terbaru