Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Panama dan Kosta Rika agar tetap waspada setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Panama pada Jumat (9/10/2026). Kemlu meminta WNI segera menghubungi hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Panama City jika menghadapi keadaan darurat.
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan nomor darurat yang dapat dihubungi, yakni +507-6354-0958.
“Dalam kondisi darurat, WNI di wilayah akreditasi dapat menghubungi Hotline KBRI Panama City melalui +507-6354-0958,” kata Heni kepada Kompas.com, Sabtu (10/10/2026).
Meski gempa kuat mengguncang wilayah tersebut, Kemlu memastikan seluruh WNI yang berada dalam pemantauan KBRI Panama City saat ini dalam kondisi aman.
Sebanyak 63 WNI Tercatat di Panama dan Kosta Rika
Berdasarkan catatan Kemlu RI, terdapat 52 WNI di Panama dan 11 WNI di Kosta Rika. KBRI Panama City terus menjalin komunikasi dengan warga Indonesia untuk memantau kondisi mereka setelah gempa.
Heni menjelaskan, perwakilan Indonesia juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh informasi terbaru mengenai situasi di lokasi terdampak. Selain itu, KBRI menyampaikan imbauan keselamatan kepada WNI agar mereka mengikuti arahan otoritas setempat.
Kemlu memastikan pemantauan akan terus berlangsung seiring perkembangan situasi. Langkah ini bertujuan memastikan keselamatan warga Indonesia sekaligus membantu mereka memperoleh informasi resmi jika terjadi keadaan darurat.
Gempa Susulan Magnitudo 5,2 Terpantau
Menurut laporan yang diterima Kemlu, gempa bermagnitudo 7,7 tersebut berpusat di wilayah tengah-selatan Panama, sekitar Pitaloza Arriba di Provinsi Herrera.
Setelah gempa utama, otoritas setempat juga melaporkan gempa susulan bermagnitudo 5,2. Petugas masih memantau dampak guncangan dan memeriksa kerusakan di sejumlah wilayah.
Heni mengatakan sejumlah layanan transportasi dan fasilitas umum sempat berhenti beroperasi sementara untuk menjalani pemeriksaan keselamatan. Namun, layanan bus kota dan bandara telah kembali beroperasi setelah pemeriksaan tersebut.
Gempa Picu Kerusakan dan Kewaspadaan di Kawasan Pesisir
Gempa kuat itu memicu kepanikan warga dan menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah tengah Panama. Selain itu, peristiwa tersebut memunculkan potensi tsunami di Panama serta peringatan gelombang yang lebih kecil, tetapi tetap berbahaya, di sejumlah kawasan pesisir Amerika Latin dan Pasifik Selatan.
Presiden Panama Jose Raul Mulino meminta masyarakat tetap tenang dan tidak memperkeruh situasi. Ia juga meminta laporan mengenai kerusakan untuk mengetahui dampak bencana secara lebih menyeluruh.
Di tengah penanganan dampak gempa, Kemlu RI mengingatkan WNI agar memprioritaskan keselamatan, mengikuti informasi resmi pemerintah setempat, dan segera menghubungi hotline KBRI Panama City apabila membutuhkan bantuan darurat. (de*)









