Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempertimbangkan untuk menghentikan perpanjangan ekspor gas ke negara tetangga. Ia menegaskan, pemerintah perlu mengutamakan kebutuhan energi dalam negeri di tengah kondisi global yang penuh tekanan.

Bahlil menyampaikan rencana tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026) malam. Menurutnya, Indonesia harus mengutamakan pemenuhan kebutuhan nasional sebelum memasok gas ke negara lain.

“Indonesia saat ini harus bertahan dan memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu,” kata Bahlil.

Bahlil Pertimbangkan Setop Perpanjangan Ekspor Gas

Bahlil menilai kondisi saat ini menuntut pemerintah mengambil langkah untuk menjaga ketahanan nasional. Salah satu opsi yang ia pertimbangkan ialah tidak memperpanjang kontrak ekspor gas ke negara tetangga.

Baca Juga :  KPK Pastikan Mahasiswa Terkait Kasus Korupsi Unsoed Tetap Bisa Kuliah

Ia menegaskan, kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan industri di dalam negeri. Namun, Bahlil belum merinci negara tujuan ekspor yang berpotensi terdampak maupun waktu penerapan kebijakan tersebut.

Prabowo Minta Kementerian Hemat Anggaran

Bahlil juga mengatakan, seluruh kementerian perlu menerjemahkan arahan Presiden Prabowo Subianto ke dalam program nyata. Salah satu arahan tersebut ialah melakukan penghematan besar-besaran terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Bahlil, langkah penghematan dan pemenuhan kebutuhan nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menghadapi situasi global.

Ia menilai setiap kementerian harus menjalankan kebijakan sesuai arahan Presiden agar Indonesia mampu melewati tekanan yang muncul.

Baca Juga :  Said Iqbal Usul Upah Minimum 2027 Naik 7,5–9,5 Persen

Prabowo Soroti Perubahan Tatanan Geopolitik Dunia

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti situasi geopolitik dunia yang semakin mengedepankan kekuatan. Ia menilai tatanan internasional kini menghadapi tekanan seiring meningkatnya persaingan antarnegara.

Prabowo menyampaikan pandangan tersebut dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut Prabowo, negara perlu memperkuat kemampuan nasional agar mampu menghadapi perubahan global. Ia juga menekankan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi situasi tersebut.

Pernyataan Prabowo menjadi salah satu latar belakang penekanan pemerintah terhadap upaya bertahan dan memperkuat ketahanan nasional, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Raja Juli Bekukan Izin 6 Perusahaan di Kalteng, Luas Konsesi Capai 201 Ribu Hektare
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB