Indonesia Pecahkan Rekor Penggunaan Gemini, 9 Juta Gambar AI Dihasilkan Setiap Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gemini. Google menyebut chatbot AI miliknya menjadi sasaran upaya peretasan dengan metode pembanjiran prompt untuk mengkloning cara kerja model AI. ()

Ilustrasi Gemini. Google menyebut chatbot AI miliknya menjadi sasaran upaya peretasan dengan metode pembanjiran prompt untuk mengkloning cara kerja model AI. ()

Jakarta, APGtimes.com — Indonesia mencatat penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat gambar paling tinggi di Asia Tenggara.

Data tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap fitur pembuat gambar pada chatbot Gemini milik Google.

Laporan e-Conomy SEA 2026: Building The Intelligent Economy yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company mengungkapkan, sebanyak 32 persen permintaan pengguna Gemini di Indonesia berkaitan dengan pembuatan gambar.

Dengan kata lain, dari setiap 100 permintaan yang masuk ke Gemini, sekitar 32 permintaan bertujuan menghasilkan gambar. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi teratas dibandingkan lima negara Asia Tenggara lainnya.

Indonesia Hasilkan 9 Juta Gambar AI Setiap Hari

Laporan tersebut memperkirakan pengguna Gemini di Indonesia menghasilkan sekitar 9 juta gambar setiap hari. Jumlah ini menjadi yang tertinggi di antara enam negara Asia Tenggara dalam penelitian tersebut.

Kelima negara pembanding meliputi Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Namun, angka 32 persen itu merujuk pada proporsi permintaan pembuatan gambar di Gemini. Angka tersebut bukan persentase masyarakat Indonesia yang menggunakan AI untuk menghasilkan gambar.

Kebiasaan Pengguna Gemini Berbeda di Setiap Negara

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company juga memperlihatkan perbedaan pola penggunaan Gemini di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  Google Gelontorkan Rp7,9 Triliun ke Startup Jerman, Kejar Pembangkit Listrik Fusi Pertama Eropa

Di Singapura, pengguna lebih banyak memanfaatkan Gemini untuk menunjang produktivitas. Mereka menggunakannya dalam pekerjaan profesional, kegiatan akademik, hingga pemrograman atau coding.

Sementara itu, masyarakat Vietnam lebih sering memakai Gemini untuk mendukung kegiatan belajar. Sekitar 17 persen permintaan pengguna di negara tersebut berkaitan dengan pendidikan.

Permintaan terkait matematika mencapai 5 persen, sedangkan pemrograman menyumbang sekitar 4 persen.

Berbeda dengan Vietnam, pengguna di Thailand lebih banyak memanfaatkan Gemini untuk kebutuhan gaya hidup. Sekitar sepertiga permintaan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti mencari inspirasi dekorasi rumah dan resep makanan.

Di Malaysia, sekitar satu dari lima pengguna Gemini pernah meminta chatbot tersebut membuat gambar.

Adapun pengguna di Filipina lebih banyak memakai Gemini untuk kebutuhan kreatif dan profesional. Salah satu penggunaan yang menonjol ialah pembuatan konten layanan pelanggan.

Proporsi permintaan terkait konten layanan pelanggan di Filipina bahkan hampir tiga kali lipat dibandingkan rata-rata negara Asia Tenggara.

Penggunaan AI Generatif Tumbuh Lebih Cepat daripada Internet

Selain mengulas kebiasaan pengguna Gemini, laporan e-Conomy SEA 2026 mencatat perkembangan pesat penggunaan AI generatif atau Generative AI (GenAI) di Asia Tenggara.

Sekitar 243 juta orang atau 58 persen dari total angkatan kerja di Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina telah menggunakan teknologi tersebut.

Baca Juga :  Poco M8x Resmi Meluncur, Bawa Snapdragon 4 Gen 5 dan Baterai 7.900 mAh

Pertumbuhan ini melampaui kecepatan adopsi internet. Sebagai perbandingan, internet membutuhkan waktu lebih dari satu dekade untuk mencapai tingkat penggunaan serupa.

Sebaliknya, AI generatif hanya membutuhkan waktu sekitar tiga tahun. Kemudahan masyarakat dalam mencoba teknologi tersebut turut mempercepat pertumbuhannya.

Penetrasi AI Generatif Indonesia Mencapai 54 Persen

Indonesia juga mencatat tingkat penggunaan AI generatif yang cukup tinggi. Laporan tersebut menyebut penetrasi GenAI mencapai 54 persen dari populasi usia kerja.

Sementara itu, penetrasi internet di Indonesia mencapai 81 persen dari populasi usia kerja.

Dari sisi frekuensi, sekitar 45 persen penduduk usia kerja di Indonesia menggunakan AI generatif setiap minggu. Sebanyak 16 persen lainnya memanfaatkan teknologi tersebut setiap hari.

Meski demikian, Indonesia masih berada di bawah Singapura dalam hal penetrasi GenAI. Negara tersebut mencatat angka tertinggi di Asia Tenggara, yakni mencapai 70 persen.

Singapura juga memiliki penetrasi internet sebesar 99 persen dari populasi usia kerja.

Data tersebut memperlihatkan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap AI generatif, khususnya untuk menghasilkan gambar.

Namun, setiap negara memiliki kecenderungan penggunaan berbeda sesuai kebutuhan dan aktivitas masyarakatnya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xiaomi Rilis Redmi M100 Pro, Mirip Redmi Note 14 Pro 5G tetapi Kamera Turun Jadi 50 MP
DeepSeek Luncurkan Super-Agent AI yang Bisa Mendeteksi Masalah Coding Tanpa Perintah
Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, HP Lipat Mewah dengan Kamera 200 MP dan Komunikasi Satelit
Binance Dibobol, Rp114 Triliun Aset Kripto Terdampak dan Rp59,4 Triliun Belum Dibekukan
Apple Rilis MacBook Pro Layar Sentuh OLED, Harga Tembus Rp 87 Juta
Apple Hadirkan Asisten AI di Pages, Keynote, dan Numbers, Ini Kemampuannya
Apple Ubah MacBook Pro 14 Inci dengan Chip M6, Ini Peningkatan yang Perlu Diketahui
Poco X8s Resmi Meluncur Global, Bawa Kamera Telefoto 50 MP dan Baterai 6.330 mAh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 13:09 WIB

Indonesia Pecahkan Rekor Penggunaan Gemini, 9 Juta Gambar AI Dihasilkan Setiap Hari

Senin, 2 November 2026 - 19:09 WIB

Xiaomi Rilis Redmi M100 Pro, Mirip Redmi Note 14 Pro 5G tetapi Kamera Turun Jadi 50 MP

Senin, 2 November 2026 - 15:09 WIB

DeepSeek Luncurkan Super-Agent AI yang Bisa Mendeteksi Masalah Coding Tanpa Perintah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, HP Lipat Mewah dengan Kamera 200 MP dan Komunikasi Satelit

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Binance Dibobol, Rp114 Triliun Aset Kripto Terdampak dan Rp59,4 Triliun Belum Dibekukan

Berita Terbaru