AI Temukan Kanker yang Luput dari Pemeriksaan Dokter, Pria di China Selamat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kanker. Kasus kanker pada usia muda terus meningkat, dan riset terbaru menemukan bahwa percepatan penuaan biologis diduga menjadi salah satu penyebab yang perlu mendapat perhatian.(Freepik)

Ilustrasi kanker. Kasus kanker pada usia muda terus meningkat, dan riset terbaru menemukan bahwa percepatan penuaan biologis diduga menjadi salah satu penyebab yang perlu mendapat perhatian.(Freepik)

Jiaxing, APGtimes.com – Teknologi kecerdasan buatan (AI) membantu seorang pria di China mengetahui kanker pankreas yang luput dari pemeriksaan awal dokter. Sistem AI menemukan kelainan tersebut setelah rumah sakit meninjau ulang hasil CT scan yang sebelumnya tidak menunjukkan masalah serius.

Pria bermarga Fang itu datang ke sebuah rumah sakit di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China timur, pada awal 2025. Ia mengeluhkan batuk yang berlangsung cukup lama.

Dokter kemudian melakukan CT scan pada bagian dada untuk mencari penyebab keluhannya. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan kelainan sehingga Fang pulang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Beberapa hari kemudian, pihak rumah sakit kembali menghubungi Fang. Tim medis saat itu menggunakan sistem AI untuk meninjau ulang hasil CT scan dan mencari kemungkinan kelainan yang terlewat dalam pemeriksaan pertama.

AI menemukan kelainan pada pankreas

Saat meninjau hasil CT scan, sistem AI menemukan bayangan mencurigakan pada bagian pankreas Fang. Padahal, pemeriksaan awal berfokus pada bagian dada karena Fang datang dengan keluhan batuk.

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya menunjukkan bahwa bayangan tersebut merupakan tumor neuroendokrin pankreas, salah satu jenis kanker pankreas yang tergolong langka.

Dokter menemukan tumor tersebut pada tahap yang masih memungkinkan untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Fang kemudian menjalani operasi minimal invasif pada April 2025 untuk mengangkat tumor.

Baca Juga :  Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras

“Tanpa peringatan dari AI tersebut, saya mungkin sudah kehilangan kesempatan,” ujar Fang, sebagaimana dikutip dari HangzhouChina.

Damo Panda bantu mencari tanda kanker

Sistem AI yang menemukan kelainan pada Fang bernama Damo Panda. Damo Academy, lembaga riset milik Alibaba, mengembangkan teknologi tersebut untuk membantu dokter mendeteksi kanker pankreas.

Damo Panda memanfaatkan hasil CT scan yang sudah dimiliki pasien. Sistem kemudian menganalisis gambar tersebut untuk mencari tanda-tanda penyakit lain yang mungkin tidak menjadi fokus pemeriksaan awal.

Metode seperti ini dikenal sebagai opportunistic screening. Pendekatan tersebut memungkinkan tenaga medis memanfaatkan data pemeriksaan yang sudah tersedia untuk mencari penyakit lain tanpa meminta pasien menjalani pemeriksaan tambahan.

Dalam kasus Fang, dokter menggunakan CT scan untuk memeriksa keluhan batuk. Namun, sistem AI justru menemukan indikasi tumor pada pankreas dari hasil pemeriksaan yang sama.

Zhang Ling, pakar algoritma senior di Damo Academy, menggambarkan kemampuan tersebut seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Menurutnya, AI dapat membantu dokter menemukan tanda penyakit yang sulit terlihat dalam pemeriksaan biasa.

Sudah menganalisis lebih dari 180.000 CT scan

Kemampuan Damo Panda juga terlihat dari penerapannya di Rumah Sakit Rakyat Afiliasi Universitas Ningbo, Zhejiang. Rumah sakit tersebut mulai menggunakan sistem AI itu sejak akhir 2024.

Baca Juga :  Google Pixel 11 Series Resmi Rilis, Gemini Kini Bisa Pesan Makanan hingga Panggil Kendaraan

Hingga kini, Damo Panda telah membantu meninjau lebih dari 180.000 CT scan dada dan perut. Dari jumlah tersebut, sistem AI menemukan lebih dari 20 kasus kanker pankreas.

Sebanyak 14 kasus masuk kategori kanker pankreas tahap awal. Kondisi tersebut memberi peluang bagi dokter untuk melakukan penanganan lebih cepat.

“Untuk beberapa pasien ini, saya bisa mengatakan dengan pasti bahwa AI telah menyelamatkan mereka,” kata Zhu Kelei, wakil presiden rumah sakit tersebut.

Penggunaan teknologi ini juga mulai meluas ke sejumlah fasilitas kesehatan tingkat kabupaten di Zhejiang, Yunnan, Hunan, dan Shanxi.

Dapat status khusus dari FDA

Damo Panda kini telah mendapatkan status “breakthrough device” dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Status tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi teknologi AI medis yang dikembangkan perusahaan teknologi China.

Pengakuan dari FDA berpotensi membuka peluang bagi Damo Panda untuk memperluas penerapannya ke layanan kesehatan di berbagai negara.

Meski demikian, teknologi AI seperti Damo Panda tetap berfungsi sebagai alat bantu bagi tenaga medis. Dokter tetap perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya
HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru
Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan
John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel
55 Persen Perusahaan Menyesal PHK Karyawan demi AI, Kini Mulai Rekrut Lagi
Apple Event 9 September: iPhone 18 Pro hingga iPhone Lipat Pertama Jadi Sorotan
OpenAI dan 100 Perusahaan Serukan Pertahanan Siber Diperkuat, AI Makin Canggih
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya

Kamis, 3 September 2026 - 15:09 WIB

HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru

Kamis, 3 September 2026 - 10:09 WIB

Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:09 WIB

John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:09 WIB

PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel

Berita Terbaru

Ilustrasi beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina(Dok. Pertamina)

Otomotif

Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK Saat Beli BBM di SPBU

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:09 WIB