Jakarta, APGtimes.com — Peneliti keamanan siber menemukan celah berbahaya pada ponsel Android yang dapat melumpuhkan perangkat hanya melalui pesan singkat atau SMS khusus.
Serangan yang mendapat julukan SMS of Death atau SMS Maut ini bahkan dapat membuat ponsel terus melakukan restart hingga gagal masuk ke sistem operasi.
Peneliti keamanan Mark Blaszczyk menemukan kerentanan tersebut pada mekanisme pemrosesan pesan berformat WAP Push SMS.
Format pesan ini sebenarnya memiliki fungsi normal, yakni mengirimkan tautan atau pemberitahuan layanan langsung ke peramban ponsel.
Namun, penyerang dapat memodifikasi pesan tersebut untuk memicu kesalahan pada sistem Android. Akibatnya, perangkat gagal memproses pesan dengan benar dan mengalami gangguan pada layanan telepon.
SMS Khusus Bisa Lumpuhkan Sistem Android
WAP Push SMS menggunakan protokol Wireless Application Protocol (WAP) untuk mengirimkan tautan atau notifikasi layanan kepada pengguna. Biasanya, pesan tersebut berisi tautan aktif yang mengarahkan pengguna ke halaman web atau unduhan tertentu.
Dalam kondisi normal, sistem akan menangani pesan tersebut sesuai mekanisme yang tersedia. Akan tetapi, celah yang ditemukan Blaszczyk membuat pesan berbahaya tidak muncul di kotak masuk sebagaimana mestinya.
Sebaliknya, Android justru mencoba memproses pesan secara otomatis di latar belakang. Proses tersebut memicu kesalahan pada sistem, terutama komponen telephony framework yang menangani layanan komunikasi seluler.
Dampaknya cukup serius. Ponsel dapat langsung memutus panggilan telepon yang sedang berlangsung. Bahkan, gangguan ini berpotensi memutus komunikasi pengguna dengan layanan darurat.
Sekitar 20 SMS Bisa Picu Bootloop
Gangguan tersebut juga dapat terjadi berulang kali karena sistem Android terus mencoba memproses pesan berbahaya yang sama.
Blaszczyk menyebut sekitar 20 pesan khusus sudah cukup untuk membuat ponsel hampir tidak dapat digunakan. Dalam kondisi lebih parah, perangkat bisa mengalami bootloop.
Istilah bootloop merujuk pada kondisi ketika ponsel terus melakukan proses restart tanpa berhasil masuk ke sistem operasi. Akibatnya, pengguna tidak dapat mengakses berbagai fungsi perangkat secara normal.
Karena dampaknya tersebut, para peneliti menjuluki kerentanan ini sebagai SMS of Death atau SMS Maut.
Pengguna Tidak Perlu Mengeklik Tautan
Salah satu aspek yang membuat serangan ini mengkhawatirkan adalah mekanismenya. Peretas tidak perlu menunggu korban mengeklik tautan atau membuka lampiran tertentu.
Berbeda dengan serangan phishing yang biasanya membutuhkan interaksi pengguna, serangan SMS Maut cukup mengandalkan pengiriman pesan khusus ke nomor ponsel target.
Lebih jauh, pesan berbahaya tersebut tidak muncul di kotak masuk. Dengan demikian, pengguna tidak memperoleh notifikasi mencurigakan ataupun mengetahui nomor pengirim melalui tampilan pesan biasa.
Kondisi ini membuat pengguna sulit mengenali serangan sejak awal. Oleh karena itu, pembaruan keamanan Android dan informasi resmi dari produsen perangkat menjadi hal penting untuk diperhatikan. (de*)









