TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) melakukan pengecekan pasukan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar(GALIH PRADIPTA)

Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (tengah) melakukan pengecekan pasukan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Peringatan HUT ke-81 TNI mengusung tema TNI Kuat Bersama Rakyat Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar(GALIH PRADIPTA)

Jakarta, APGtimes.com – TNI Angkatan Darat (AD) menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto membentuk enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan penataan tersebut bertujuan mempercepat respons TNI terhadap perkembangan situasi di setiap wilayah.

Menurut Donny, TNI AD mempertimbangkan kondisi geografis, demografi, sosial, dan dinamika wilayah dalam menata organisasi kewilayahan.

“Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan karakter geografis, demografi, kondisi sosial, serta dinamika yang berbeda-beda,” kata Donny saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).

TNI AD Sesuaikan Organisasi dengan Kondisi Wilayah

Donny menjelaskan bahwa setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, TNI AD perlu menyesuaikan struktur kewilayahannya.

Selain itu, penataan tersebut dapat memperpendek rentang kendali organisasi. Koordinasi pun bisa berlangsung lebih cepat ketika situasi membutuhkan respons TNI.

Baca Juga :  TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia

“Organisasi kewilayahan juga perlu disesuaikan agar rentang kendali lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal,” ujar Donny.

Dengan penataan itu, TNI AD ingin membangun organisasi yang lebih adaptif. Langkah tersebut juga menyesuaikan perkembangan lingkungan strategis dan kebutuhan pertahanan di setiap daerah.

Bukan Sekadar Menambah Struktur TNI

Donny menegaskan bahwa pembentukan enam Kodam baru bukan sekadar menambah struktur organisasi.

Sebaliknya, TNI AD menempatkan langkah tersebut sebagai bagian dari penguatan organisasi. Dengan begitu, setiap satuan dapat menjalankan tugas sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Karena itu, pembentukan Kodam baru juga harus mendukung efektivitas pelaksanaan tugas TNI AD. Penataan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara satuan kewilayahan.

Prabowo Resmikan 6 Kodam Baru

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru bersama 198 satuan TNI lainnya pada Senin (5/10/2026).

Baca Juga :  Pigai Klaim Program MBG Bantu Turunkan Ketimpangan Ekonomi Indonesia

Prabowo meresmikan 204 satuan baru tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.

“Dengan ini, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI,” kata Prabowo dalam acara tersebut.

Adapun enam Kodam baru itu terdiri dari:

  • Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau.
  • Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur.
  • Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara.
  • Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah.
  • Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat.

Dengan penataan tersebut, TNI AD berharap struktur kewilayahan dapat bekerja lebih efektif. Selain itu, koordinasi dan respons terhadap perkembangan situasi di daerah juga dapat berlangsung lebih cepat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Kemensos Ungkap 44,6 Juta KPM Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, 36.000 hingga 18 Tahun
Dudung Abdurachman Ungkap Politik ke Depan Tak Selalu Landai, Minta Semua Pihak Jaga Stabilitas
Terungkap 5 Napi Korupsi yang Pakai Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:09 WIB

DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya

Berita Terbaru