Alim memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi industri pertanian dan pemasaran agribisnis. Pengalamannya mencakup pengelolaan kemahasiswaan, pengembangan karier, hingga tata kelola sumber daya perguruan tinggi.
Menempuh Pendidikan hingga ke Jepang
Alim menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2005 dan magister pada 2009 di bidang Teknologi Industri Pertanian, IPB. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Ehime University, Jepang, dengan mengambil bidang Agricultural Marketing and Agribusiness. Ia meraih gelar doktor pada 2017.
Latar belakang tersebut berkaitan dengan pengembangan industri pertanian, pemasaran hasil pertanian, dan pengelolaan agribisnis. Keahlian itu menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum memasuki pemerintahan.
Perjalanan Karier Alim di IPB
Alim mulai mengemban tugas kepemimpinan di IPB sebagai Asisten Rektor pada 2007–2012. Pada periode 2008–2013, ia juga terlibat dalam Komisi Kemahasiswaan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).
Selanjutnya, Alim menjabat Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB pada 2013–2014. Ia kemudian memimpin Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier pada 2018–2022.
Kariernya berlanjut sebagai Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur pada 2022–2025. Pada Desember 2025, Majelis Wali Amanat IPB memilihnya sebagai rektor pengganti antarwaktu untuk periode 2025–2028.
Berbagai jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan mahasiswa, dan penguatan tata kelola perguruan tinggi.
Aktif dalam Organisasi Profesi
Di luar aktivitas kampus, Alim bergabung dengan The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015. Ia juga menjadi anggota Forum Manajemen Indonesia sejak 2017.
Keterlibatannya dalam organisasi profesi melengkapi pengalaman akademik dan manajerial yang ia miliki. Bidang pemasaran pertanian dan manajemen menjadi bagian dari latar belakang profesionalnya.
Dilantik Bersama Sejumlah Pejabat Pemerintahan
Pelantikan Alim menjadi bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih pada 15 Oktober 2026. Dalam agenda yang sama, Prabowo juga melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi di kementerian dan lembaga negara.
Di antaranya, Kristomei Sianturi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan Satyawan Pudyatmoko memimpin Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Richard Tampubolon juga mendapat penugasan sebagai Wakil Menteri Pertahanan.
Kini, Alim mengemban tanggung jawab baru di Kementerian Pertanian. Pengalaman panjangnya di bidang pendidikan tinggi dan manajemen organisasi menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum menjalankan tugas di pemerintahan. (ys*)









