Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).(Dok Sekretariat Presiden)

Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet saat dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).(Dok Sekretariat Presiden)

Jakarta, APGtimes.com – Alim Setiawan Slamet resmi menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Sebelum menerima jabatan tersebut, Alim memimpin Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai rektor dan meniti karier panjang di lingkungan akademik.

Alim memiliki latar belakang pendidikan di bidang teknologi industri pertanian dan pemasaran agribisnis. Pengalamannya mencakup pengelolaan kemahasiswaan, pengembangan karier, hingga tata kelola sumber daya perguruan tinggi.

Menempuh Pendidikan hingga ke Jepang

Alim menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2005 dan magister pada 2009 di bidang Teknologi Industri Pertanian, IPB. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Ehime University, Jepang, dengan mengambil bidang Agricultural Marketing and Agribusiness. Ia meraih gelar doktor pada 2017.

Latar belakang tersebut berkaitan dengan pengembangan industri pertanian, pemasaran hasil pertanian, dan pengelolaan agribisnis. Keahlian itu menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya sebelum memasuki pemerintahan.

Baca Juga :  Pertamina Bantah Larangan Pertalite untuk Mobil 1.400 CC ke Atas

Perjalanan Karier Alim di IPB

Alim mulai mengemban tugas kepemimpinan di IPB sebagai Asisten Rektor pada 2007–2012. Pada periode 2008–2013, ia juga terlibat dalam Komisi Kemahasiswaan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).

Selanjutnya, Alim menjabat Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB pada 2013–2014. Ia kemudian memimpin Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karier pada 2018–2022.

Kariernya berlanjut sebagai Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur pada 2022–2025. Pada Desember 2025, Majelis Wali Amanat IPB memilihnya sebagai rektor pengganti antarwaktu untuk periode 2025–2028.

Berbagai jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan mahasiswa, dan penguatan tata kelola perguruan tinggi.

Aktif dalam Organisasi Profesi

Di luar aktivitas kampus, Alim bergabung dengan The Agricultural Marketing Society of Japan sejak 2015. Ia juga menjadi anggota Forum Manajemen Indonesia sejak 2017.

Baca Juga :  Prabowo Minta Pertamina dan PLN Pangkas Anak Cucu Perusahaan, Ini Alasannya

Keterlibatannya dalam organisasi profesi melengkapi pengalaman akademik dan manajerial yang ia miliki. Bidang pemasaran pertanian dan manajemen menjadi bagian dari latar belakang profesionalnya.

Dilantik Bersama Sejumlah Pejabat Pemerintahan

Pelantikan Alim menjadi bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih pada 15 Oktober 2026. Dalam agenda yang sama, Prabowo juga melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi di kementerian dan lembaga negara.

Di antaranya, Kristomei Sianturi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan Satyawan Pudyatmoko memimpin Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Richard Tampubolon juga mendapat penugasan sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

Kini, Alim mengemban tanggung jawab baru di Kementerian Pertanian. Pengalaman panjangnya di bidang pendidikan tinggi dan manajemen organisasi menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum menjalankan tugas di pemerintahan. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB