Pertamina Bantah Larangan Pertalite untuk Mobil 1.400 CC ke Atas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SPBU Pertamina.

SPBU Pertamina.

Jakarta, APGtimes.com — Pertamina Patra Niaga membantah kabar soal larangan membeli Pertalite untuk mobil bermesin di atas 1.400 cc mulai 1 Juni 2026.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar.

Menurut Roberth, pemerintah dan regulator belum mengeluarkan aturan terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek kendaraan maupun kapasitas mesin.

“Informasi mengenai daftar merk kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar,” ujar Roberth, Sabtu (23/5/2026).

Pertamina Pastikan Penyaluran Tetap Normal

Roberth mengatakan Pertamina tetap menyalurkan Pertalite seperti biasa di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Elpiji 3 Kg Bakal Pakai Data Desil, Warga Khawatir Salah Sasaran: “Jangan Sampai Jadi Korban”

Ia menegaskan Pertamina hanya menjalankan kebijakan resmi dari pemerintah terkait distribusi BBM subsidi.

Selain itu, Roberth meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Daftar Mobil Viral di Media Sosial

Sebelumnya, media sosial ramai membahas daftar kendaraan pelat hitam dengan mesin di atas 1.400 cc yang disebut tidak bisa membeli Pertalite.

Baca Juga :  Korban Gempa Manggarai NTT Bertambah Jadi 39 Orang, 22 Meninggal di Reok

Daftar tersebut memuat sejumlah mobil populer seperti Toyota Avanza, Toyota Fortuner, Honda HR-V, Mitsubishi Xpander, Hyundai Creta, hingga Mercedes-Benz A200.

Namun, Pertamina memastikan daftar itu bukan berasal dari kebijakan resmi pemerintah maupun perusahaan.

Roberth juga menjelaskan program Subsidi Tepat berbeda dengan kabar viral soal larangan pembelian Pertalite untuk kendaraan tertentu.

Menurut dia, program tersebut bertujuan menjaga distribusi energi subsidi agar lebih tepat sasaran.

Karena itu, Pertamina meminta masyarakat memeriksa informasi melalui kanal resmi sebelum membagikannya di media sosial. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB