Anggaran Karhutla Rp30 Miliar di Jambi Jadi Sorotan, Ombudsman Turun Mengawasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Nuzran Joher saat memantau langsung tahapan pemeriksaan kesehatan dalam seleksi penerimaan calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (14/10/2026). (KOMPAS.COM/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Nuzran Joher saat memantau langsung tahapan pemeriksaan kesehatan dalam seleksi penerimaan calon Taruna/Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (14/10/2026). (KOMPAS.COM/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Depok, APGtimes.com – Ombudsman RI akan mengawasi penggunaan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. Lembaga tersebut ingin memastikan dana publik yang pemerintah alokasikan benar-benar mendukung langkah pemadaman dan penanganan dampak kebakaran di lapangan.

Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, menyampaikan rencana pengawasan itu saat ditemui di RS Bhayangkara Brimob, Depok, Rabu (14/10/2026). Ia mencontohkan Jambi yang menggelontorkan anggaran lebih dari Rp30 miliar untuk penanganan karhutla.

“Kami nanti akan memantau sejauh mana, seperti di Jambi kita lihat kan mengucur dana sekitar Rp30 miliar lebih untuk proses itu,” kata Nuzran.

Ombudsman ingin melihat apakah besarnya anggaran sejalan dengan kecepatan respons aparat dan pemerintah daerah. Pengawasan tersebut juga bertujuan menilai kesiapan berbagai pihak dalam menangani kebakaran serta mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

Ombudsman Soroti Sulitnya Memadamkan Api di Lahan Gambut

Nuzran mengakui bahwa pemadaman karhutla menghadapi tantangan teknis, terutama di kawasan gambut. Api dapat bertahan di bawah permukaan tanah sehingga petugas masih menghadapi titik panas meski bagian permukaan terlihat padam.

Baca Juga :  3.220 Nakes Ikuti Tes Petugas Haji 2027, Hasil CAT Diumumkan Hari Ini

“Kita tahu bahwa ini sesuatu yang tidak mudah ya, apalagi di gambut itu kan kabarnya kebakaran itu kan sampai kedalaman beberapa meter. Walaupun sudah padam, tapi api masih ada,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla membutuhkan upaya berkelanjutan. Petugas tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga perlu mengantisipasi bara dan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Meski memahami kendala di lapangan, Ombudsman menegaskan bahwa pemerintah tetap harus menunjukkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Penggunaan anggaran perlu berjalan seiring dengan upaya nyata untuk melindungi masyarakat.

Kabut Asap Ancam Keselamatan Masyarakat

Dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan menimbulkan kerugian materiil. Kabut asap juga dapat membahayakan keselamatan warga, termasuk melalui kecelakaan lalu lintas ketika jarak pandang pengendara menurun.

Dalam kondisi tertentu, asap tebal dapat memicu tabrakan beruntun di jalan raya. Risiko tersebut menambah urgensi penanganan karhutla secara cepat, terutama di wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara dan gangguan jarak pandang.

Karena itu, Ombudsman menilai pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat terkait perlu memperkuat koordinasi. Langkah tersebut penting agar penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada perlindungan warga dari berbagai dampak yang muncul.

Baca Juga :  Cegah Karhutla Masuk IKN, Basuki Hadimuljono Minta Patroli Darat Diperkuat

Ombudsman Buka Aduan Masyarakat

Ombudsman RI juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan atau aduan mengenai respons pemerintah dalam menangani karhutla. Laporan tersebut dapat menjadi bahan bagi Ombudsman untuk menilai kesiapan dan efektivitas pelayanan publik di daerah terdampak.

Nuzran mengatakan pihaknya akan mencermati tanggapan masyarakat terhadap langkah pemerintah dan aparat di lapangan. Ombudsman ingin mengetahui apakah berbagai pihak telah bekerja sama secara sigap dalam menghadapi kebakaran.

“Kami akan melihat nanti respons masyarakat ada enggak laporan bahwa bagaimana kesiapan pemerintah maupun pemerintah daerah bergandengan tangan untuk lebih sigap lagi untuk cepat bertindak di lapangan,” tegasnya.

Melalui pengawasan anggaran dan penelaahan aduan warga, Ombudsman berharap penanganan karhutla berjalan lebih efektif. Pemerintah juga diharapkan memastikan setiap dana yang tersedia mendukung tindakan nyata untuk mengendalikan kebakaran dan menekan risiko bagi masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB