Awak Media China Ricuh di Gedung Putih Saat Xi Jinping Tiba, Petugas Keamanan Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping saat tiba di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland pada 23 September 2026. Xi melakukan kunjungan ke Amerika Serikat mulai tanggal 23 hingga 25 September.(BRENDAN SMIALOWSKI)

Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping saat tiba di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland pada 23 September 2026. Xi melakukan kunjungan ke Amerika Serikat mulai tanggal 23 hingga 25 September.(BRENDAN SMIALOWSKI)

Washington DC, APGtimes.com – Kedatangan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pada Kamis (24/9/2026) memicu ketegangan antara awak media China dan petugas keamanan Amerika Serikat.

Sejumlah jurnalis China terlibat adu dorong saat berebut posisi untuk meliput kedatangan Xi. Petugas Gedung Putih dan Secret Service kemudian meminta mereka menempati area pers yang telah ditentukan.

Sejumlah wartawan yang berada di lokasi melaporkan suasana sempat gaduh. Mereka mendengar teriakan dan suara keras ketika petugas meminta rombongan media China mengatur posisi.

Awak Media China Berebut Posisi

Koresponden utama The Telegraph di Washington, Connor Stringer, menggambarkan situasi menjelang kedatangan Xi sebagai suasana yang kacau.

Menurut Stringer, beberapa anggota rombongan media China saling mendorong demi mendapatkan posisi di area pers. Petugas keamanan kemudian meminta mereka mengikuti pengaturan yang berlaku.

Baca Juga :  4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah

Koresponden Gedung Putih The Daily Wire, Mary Margaret Olohan, juga mengaku sempat terdesak ke dinding oleh awak media China.

Stringer mengatakan sejumlah wartawan tetap bertahan di posisi mereka meski petugas Secret Service meminta mereka berpindah.

Situasi kemudian memanas dengan munculnya teriakan dan suara keras di antara awak media dan petugas keamanan.

Kericuhan Terjadi Saat Xi Tiba

Kericuhan tersebut terjadi menjelang Presiden Donald Trump menyambut Xi Jinping di Gedung Putih.

Insiden itu berlangsung pada hari yang sama ketika persoalan akses media ke Gedung Putih kembali menjadi perhatian.

Sebelumnya, wartawan CNN, MS NOW, dan Politico sempat tidak mendapat akses ke Gedung Putih. Hakim federal kemudian memerintahkan pemerintahan Trump memulihkan akses ketiga media tersebut.

Para jurnalis dari ketiga media itu akhirnya kembali ke area pers Gedung Putih pada Kamis.

Baca Juga :  Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil

Trump Bercanda dengan Pers China

Di tengah situasi tersebut, Trump justru melontarkan candaan mengenai rombongan media China saat sesi foto bersama Xi.

Menurut laporan dari area Gedung Putih, Trump menyebut awak media China sebagai pers yang paling ramah.

Trump kemudian mengajak Xi melewati deretan potret presiden Amerika Serikat yang terpasang di sepanjang kolonade Gedung Putih.

Saat melewati potret yang berkaitan dengan mantan Presiden Joe Biden, Trump menunjuk gambar tersebut dan melontarkan candaan mengenai penggunaan autopen.

Xi dan rombongannya kemudian tertawa mendengar candaan tersebut.

Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah perhatian terhadap hubungan Amerika Serikat dan China. Pada saat yang sama, insiden di area pers menambah sorotan terhadap pengaturan media selama kunjungan Xi ke Gedung Putih. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Siapkan Target Balasan jika AS dan Israel Menyerang Lagi, Produksi Senjata Naik 2,5 Kali Lipat
Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Iran Siapkan Target Balasan jika AS dan Israel Menyerang Lagi, Produksi Senjata Naik 2,5 Kali Lipat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Berita Terbaru