Banjir Parah Rendam Bangkok, Status Bencana Ditetapkan di 50 Distrik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir merendam mobil-mobil di salah satu ruas jalan Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026). Banjir Bangkok terjadi setelah ibu kota Thailand itu diguyur hujan deras selama hampir dua hari beruntun.(THAI NEWS PIX/SAROT MEKSOPHAWANNAKUL via AFP)

Banjir merendam mobil-mobil di salah satu ruas jalan Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026). Banjir Bangkok terjadi setelah ibu kota Thailand itu diguyur hujan deras selama hampir dua hari beruntun.(THAI NEWS PIX/SAROT MEKSOPHAWANNAKUL via AFP)

Bangkok, APGtimes.com – Banjir parah melanda Bangkok, Thailand, setelah hujan deras mengguyur ibu kota selama hampir 48 jam. Pemerintah Kota Bangkok (BMA) kemudian menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik pada Sabtu (26/9/2026).

Hujan mulai turun sejak Kamis (24/9/2026) sore dan terus mengguyur sejumlah wilayah. Air merendam permukiman, toko, restoran, hingga jalan utama. Sejumlah kendaraan bahkan terendam banjir.

Sedikitnya 13 ruas jalan utama di Bangkok mengalami genangan. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan akses ke sejumlah kawasan terhambat.

Bangkok Tetapkan Status Bencana

Pemerintah Kota Bangkok memberikan kewenangan khusus kepada organisasi setempat untuk mempercepat penanganan banjir di wilayah masing-masing.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga mempersingkat kunjungannya ke London. Ia memilih segera kembali ke Thailand untuk memantau penanganan bencana.

Baca Juga :  Longsor Tutup Jalur Padang–Bukittinggi, Lembah Anai Lumpuh Total

Sementara itu, Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt meminta masyarakat tetap berada di rumah selama kondisi belum sepenuhnya aman.

Curah hujan di Bangkok mencapai hampir 300 milimeter atau sekitar 11,8 inci. Chadchart juga meminta warga tetap tenang dan tidak panik menghadapi kemungkinan gangguan pasokan pangan akibat akses jalan yang terputus.

Ratusan Warga Mengungsi

Pemerintah Bangkok telah menampung sekitar 980 warga di sejumlah tempat penampungan sementara. Petugas juga memindahkan 36 pasien yang membutuhkan perawatan ke rumah sakit.

Pada Sabtu sore, Chadchart menyampaikan bahwa kondisi mulai stabil. Ia mengatakan petugas membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengalirkan air jika hujan tidak kembali turun.

“Jika tidak ada tambahan curah hujan di wilayah ini, masalahnya akan teratasi,” kata Chadchart melalui siaran media sosial.

Baca Juga :  Banjir Bandang Solok, Tanggap Darurat Berakhir 5 Oktober dan Masih Dievaluasi

“Jika hujan berhenti, diperkirakan butuh waktu 2-3 hari untuk mengalirkan air banjir tersebut,” lanjutnya.

Warga Kesulitan Beraktivitas

Banjir juga membuat warga kesulitan keluar rumah. Di kawasan utara pusat Bangkok, pedagang berusia 67 tahun bernama Somkid Pheuk-ngam merasakan langsung dampak luapan air kanal.

“Air terus masuk. Sulit untuk keluar rumah sekarang. Ketinggian air sudah mencapai pinggang saya,” ujar Somkid kepada AFP.

Kondisi banjir membuat sejumlah kawasan Bangkok lumpuh. Warga harus menerjang genangan untuk berpindah tempat, sementara kendaraan tidak dapat melintas di sejumlah ruas jalan.

Pemerintah setempat kini memprioritaskan evakuasi warga, layanan kesehatan, serta pengendalian genangan. Petugas juga terus memantau kondisi sungai dan kanal untuk mengantisipasi peningkatan debit air. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Berita Terbaru