BBM Makin Mahal, Barcode Subsidi Jadi Pertimbangan Utama Saat Beli Mobil Bekas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pembelian BBM subsidi, barcode BBM subsidi. Cara daftar barcode BBM subsidi. Cara bikin barcode BBM subsidi. Subsidi Tepat.(Dok. Pertamina)

Ilustrasi pembelian BBM subsidi, barcode BBM subsidi. Cara daftar barcode BBM subsidi. Cara bikin barcode BBM subsidi. Subsidi Tepat.(Dok. Pertamina)

Jakarta, APGtimes.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai mengubah perilaku konsumen di pasar mobil bekas. Kini, calon pembeli tidak hanya mempertimbangkan harga dan kondisi kendaraan.

Ketersediaan barcode atau QR code untuk membeli BBM subsidi juga ikut menentukan pilihan. Kondisi ini muncul seiring tingginya harga BBM non-subsidi yang membuat biaya operasional kendaraan semakin besar.

Harga BBM Non-Subsidi Makin Tinggi

Harga BBM non-subsidi untuk kendaraan bensin dan diesel kini memiliki selisih cukup jauh dengan BBM subsidi.

Untuk kendaraan diesel, harga Dexlite mencapai Rp23.700 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex berada di level Rp25.200 per liter.

Pada jenis bensin, Pertamax dijual Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 berada di harga Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo mencapai Rp19.600 per liter.

Sebaliknya, harga Bio Solar tercatat Rp6.800 per liter. Pertalite juga masih berada di level Rp10.000 per liter.

Baca Juga :  Kabar Baik! Harga Pertamax Diprediksi Turun Setelah Damai AS-Iran

Perbedaan harga tersebut membuat BBM subsidi menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih mobil bekas.

Barcode BBM Subsidi Dicari Pembeli

Toni, pemilik diler Gabe Mobilindo di Pasar Mobil Kemayoran, mengatakan calon pembeli kini kerap menanyakan barcode BBM subsidi sebelum membeli kendaraan.

Menurut Toni, kenaikan harga BBM membuat konsumen semakin memperhatikan biaya penggunaan kendaraan.

“Orang mau beli tanya, ada barcode-nya enggak. Ya semenjak BBM naik, orang cari mobil bekas yang ada barcode-nya,” ujar Toni kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2026).

Ia mengatakan kebutuhan tersebut semakin terasa pada mobil dengan kapasitas mesin besar. Konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi membuat biaya operasional kendaraan ikut meningkat.

Hendrik, pemilik diler Auto 95, menyampaikan hal serupa. Ia menyebut calon pembeli bahkan menjadikan barcode BBM subsidi sebagai salah satu pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

“Selalu tanya barcode BBM subsidi, kalau enggak ada barcode dia enggak mau,” kata Hendrik.

Baca Juga :  Ramadhipa Bongkar Sosok yang Membuatnya Makin Percaya Diri di Eropa

Ia menyebut beberapa model yang kerap ditanyakan antara lain Gran Max, Kuda, Avanza, hingga Innova.

Selisih Biaya Isi BBM Bisa Jutaan Rupiah

Perbedaan harga semakin terlihat ketika menghitung biaya pengisian tangki hingga penuh.

Toyota Fortuner diesel memiliki kapasitas tangki sekitar 80 liter. Jika menggunakan Bio Solar dengan harga Rp6.800 per liter, biaya pengisian penuh sekitar Rp544.000.

Namun, jika menggunakan Pertamina Dex dengan harga Rp25.200 per liter, biaya pengisian tangki yang sama mencapai sekitar Rp2,02 juta.

Pada mobil bensin, selisih biaya juga cukup besar. Toyota Avanza dengan kapasitas tangki 43 liter membutuhkan sekitar Rp430.000 untuk pengisian penuh menggunakan Pertalite.

Jika menggunakan Pertamax, biaya pengisian mencapai sekitar Rp685.850. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp255.850 untuk satu kali pengisian penuh.

Perbedaan biaya tersebut membuat konsumen semakin memperhatikan akses terhadap BBM subsidi saat memilih mobil bekas. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Veda Ega Crash di Q2 Moto3 Jepang, Start dari Posisi ke-18 di Motegi
STNK Digital Bisa Jadi Pengganti STNK Fisik, tetapi Ada Aturan yang Wajib Diketahui
Harga EV Bekas Makin Turun, Chery Omoda E5 hingga BYD Seal Ikut Terkoreksi
Harga Pertalite Hari Ini 26 September 2026, Benarkah Naik Jadi Rp13.500?
AHM Perkuat Ekosistem Motor Listrik, Siapkan 3.000 Bengkel dan Layanan Darurat
Arab Saudi Perkenalkan Exobot, Mobil Listrik 1.111 HP dengan Baterai 112 kWh
Jual Kendaraan “STNK Only” di Marketplace, APPI Soroti Risiko Kredit Macet
Toyota Siapkan Hilux Hidrogen 2028, Jarak Tempuh Ditargetkan Lebih dari 400 Km
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Veda Ega Crash di Q2 Moto3 Jepang, Start dari Posisi ke-18 di Motegi

Selasa, 29 September 2026 - 14:09 WIB

STNK Digital Bisa Jadi Pengganti STNK Fisik, tetapi Ada Aturan yang Wajib Diketahui

Senin, 28 September 2026 - 13:09 WIB

Harga EV Bekas Makin Turun, Chery Omoda E5 hingga BYD Seal Ikut Terkoreksi

Sabtu, 26 September 2026 - 17:09 WIB

Harga Pertalite Hari Ini 26 September 2026, Benarkah Naik Jadi Rp13.500?

Sabtu, 26 September 2026 - 14:09 WIB

BBM Makin Mahal, Barcode Subsidi Jadi Pertimbangan Utama Saat Beli Mobil Bekas

Berita Terbaru