BYD Flash Charging Bisa Isi Daya 1 MW, Ini Alasan Kabelnya Dibuat Berbentuk T

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stasiun pengisian daya mobil listrik, Flash Charging, milik BYD(Dok. Carnewschina.com)

Stasiun pengisian daya mobil listrik, Flash Charging, milik BYD(Dok. Carnewschina.com)

Jakarta, APGtimes.com – BYD mengembangkan Flash Charging untuk mempercepat pengisian baterai mobil listrik. Teknologi ini menjadi bagian dari Super e-Platform yang BYD perkenalkan pada Maret 2025.

Flash Charging mengandalkan arsitektur listrik bertegangan tinggi hingga 1.000 volt (V). Sistem tersebut mampu menghasilkan daya pengisian puncak 1.000 kilowatt (kW) atau 1 megawatt (MW).

Model penumpang yang kompatibel dapat menerima laju pengisian hingga 10C. Secara teoritis, perangkat kerasnya mampu menghasilkan daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere (A).

Kabel Flash Charging Menggunakan Pendingin Cairan

Besarnya arus listrik membuat BYD membutuhkan kabel dengan konstruksi khusus. BYD memasang sistem pendingin cairan pada kabel Flash Charging untuk menjaga suhu tetap stabil.

BYD juga merancang stasiun pengisian dengan bentuk menyerupai huruf T. Bentuk tersebut menempatkan jalur kabel pada bagian atas stasiun.

Baca Juga :  GIIAS 2026 Ramai Mobil Baru, Ini Daftar yang Paling Menarik Perhatian

Posisi ini membuat kabel tidak perlu menyentuh lantai. BYD menambahkan mekanisme penarik berbasis pegas untuk menopang bobot kabel yang cukup berat.

Mekanisme tersebut menjaga konektor pada posisi yang mudah dijangkau pengguna. Pengguna pun tidak perlu menyeret kabel melewati permukaan yang kotor atau basah.

BYD Siapkan Sistem Keamanan

BYD tidak hanya mengejar kemampuan pengisian berdaya besar. Perusahaan juga merancang sistem keamanan untuk mencegah tegangan tinggi mengalir sebelum konektor terpasang dengan benar.

Sistem mengalirkan listrik bertegangan tinggi setelah pengguna memasang konektor pada kendaraan. Selanjutnya, perangkat memeriksa penguncian konektor, kontrol pilot, dan komunikasi antara kendaraan dengan charger.

Rangkaian pemeriksaan tersebut memastikan seluruh kondisi terpenuhi sebelum sistem memulai pengisian.

Baca Juga :  JPMorgan: Permintaan Minyak Dunia Turun 9 Persen, Konsumen Mulai Beralih ke Energi Alternatif

Tidak Semua Mobil Bisa Menerima Daya 1 MW

Super e-Platform menjadi dasar teknologi Flash Charging. Arsitektur 1.000V, kemampuan mengalirkan arus besar, dan kabel berpendingin cairan membuat proses pengisian berlangsung jauh lebih cepat.

Namun, kemampuan mencapai 1 MW tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan perangkat pengisian. Infrastruktur pendukung juga harus memenuhi kebutuhan teknologi tersebut.

Artinya, tidak semua mobil listrik bisa menerima daya 1 MW hanya dengan memakai terminal Flash Charging.

Flash Charging Mulai Disiapkan di Indonesia

PT BYD Motor Indonesia juga menyiapkan fasilitas Flash Charging di jaringan diler Danza, yang sebelumnya menggunakan nama Denza.

Meski begitu, BYD Indonesia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai stasiun pengisian berdaya tinggi tersebut. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Veda Ega Crash di Q2 Moto3 Jepang, Start dari Posisi ke-18 di Motegi
STNK Digital Bisa Jadi Pengganti STNK Fisik, tetapi Ada Aturan yang Wajib Diketahui
Harga EV Bekas Makin Turun, Chery Omoda E5 hingga BYD Seal Ikut Terkoreksi
Harga Pertalite Hari Ini 26 September 2026, Benarkah Naik Jadi Rp13.500?
BBM Makin Mahal, Barcode Subsidi Jadi Pertimbangan Utama Saat Beli Mobil Bekas
AHM Perkuat Ekosistem Motor Listrik, Siapkan 3.000 Bengkel dan Layanan Darurat
Arab Saudi Perkenalkan Exobot, Mobil Listrik 1.111 HP dengan Baterai 112 kWh
Jual Kendaraan “STNK Only” di Marketplace, APPI Soroti Risiko Kredit Macet
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BYD Flash Charging Bisa Isi Daya 1 MW, Ini Alasan Kabelnya Dibuat Berbentuk T

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Veda Ega Crash di Q2 Moto3 Jepang, Start dari Posisi ke-18 di Motegi

Selasa, 29 September 2026 - 14:09 WIB

STNK Digital Bisa Jadi Pengganti STNK Fisik, tetapi Ada Aturan yang Wajib Diketahui

Senin, 28 September 2026 - 13:09 WIB

Harga EV Bekas Makin Turun, Chery Omoda E5 hingga BYD Seal Ikut Terkoreksi

Sabtu, 26 September 2026 - 17:09 WIB

Harga Pertalite Hari Ini 26 September 2026, Benarkah Naik Jadi Rp13.500?

Berita Terbaru