BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra Dapur MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN).

Ilustrasi Badan Gizi Nasional (BGN).

Jakarta, APGtimes.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemukan dugaan pungutan yayasan terhadap mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Yayasan itu meminta setoran berdasarkan jumlah ompreng, meski tidak ikut mengelola atau membina dapur.

Sudaryono menjelaskan, sejumlah mitra membangun dan mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri. Namun, yayasan yang menaungi dapur tetap meminta mitra membayar sejumlah uang untuk setiap ompreng.

“Adanya mitra yang kemudian sudah membangun dapur itu, diminta untuk menyetorkan sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan ini tidak melakukan apa pun,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Sudaryono, yayasan tersebut tidak menjalankan aktivitas di dapur. Yayasan juga tidak membina mitra dan tidak memberi kontribusi terhadap operasional SPPG.

Baca Juga :  Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Kehilangan Ingatan dan Sulit Bicara

Setoran Yayasan Bisa Membebani Mitra

Sudaryono meminta jajarannya menindaklanjuti temuan tersebut. Ia khawatir pungutan itu menambah biaya operasional mitra saat menjalankan dapur MBG.

Pungutan tersebut juga dapat mengurangi anggaran untuk memenuhi kebutuhan makanan penerima manfaat. Karena itu, BGN ingin memastikan setiap rupiah anggaran MBG memberi manfaat langsung bagi program.

Sudaryono menekankan tiga hal dalam pengelolaan anggaran, yakni kualitas makanan, kecukupan gizi, serta pertanggungjawaban yang transparan.

“Intinya kami ingin pelaksanaan MBG ini betul-betul uang yang tersalurkan itu dikonversi menjadi menu makanan yang kualitasnya baik dan diterima dengan baik, kandungan gizinya baik, pertanggungjawabannya baik, akuntabilitasnya baik dan transparan,” kata Sudaryono.

BGN Buka Kesempatan Ganti Yayasan

BGN kini menyediakan dua portal registrasi untuk mendukung pengelolaan program MBG. Satu portal melayani yayasan, sedangkan portal lainnya melayani mitra dapur.

Baca Juga :  Relawan Medis ke Wilayah Gempa NTT Dapat Uang Harian Rp350.000 per Hari

Melalui portal mitra, pengelola dapur dapat mengajukan yayasan pengganti. Mereka juga dapat menyerahkan bukti terkait masalah atau kerugian yang muncul selama bekerja sama dengan yayasan.

BGN kemudian memeriksa setiap pengajuan sesuai ketentuan dan mekanisme registrasi.

Sudaryono mengatakan mitra yang merasa dirugikan dapat mengajukan pergantian yayasan. Mitra terutama dapat mengambil langkah tersebut jika yayasan tidak memberikan kontribusi terhadap operasional dapur.

BGN berharap mekanisme tersebut membantu mitra mengelola dapur dengan lebih baik. Pengelola pun dapat mengarahkan anggaran MBG untuk menyediakan makanan berkualitas dan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Kemensos Ungkap 44,6 Juta KPM Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, 36.000 hingga 18 Tahun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Berita Terbaru