BPS Ungkap Program MBG Dorong Pertumbuhan Sektor Makan Minum Kuartal I 2026

BPS Ungkap Program MBG Dorong Pertumbuhan Sektor Makan Minum Kuartal I 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa menyantap makan bergizi gratis di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026).

Siswa menyantap makan bergizi gratis di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026).

Jakarta, APGtimes.comBadan Pusat Statistik melaporkan sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi pada kuartal I 2026. BPS mencatat sektor tersebut tumbuh 13,14 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut mendorong pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum pada awal tahun ini.

“Hal ini didorong oleh peningkatan penyediaan makan minuman seiring libur nasional dan juga perluasan program Makan Bergizi Gratis,” kata Amalia di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/5).

Selain sektor akomodasi dan makan minum, BPS juga mencatat sektor jasa lainnya tumbuh 9,91 persen pada kuartal I 2026. BPS menilai peningkatan perjalanan wisata nusantara dan kunjungan wisatawan mancanegara ikut mendorong pertumbuhan sektor tersebut.

Baca Juga :  KPK Tegaskan Kasus Korupsi MBG Belum Dihentikan, Ini Penjelasannya

BPS juga mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen pada kuartal I 2026. Peningkatan mobilitas wisatawan domestik dan internasional ikut mendongkrak pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan.

Industri Pengolahan Jadi Penyumbang Terbesar PDB

BPS turut mencatat lima lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal I 2026.

Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar dengan porsi 19,07 persen terhadap PDB nasional. Setelah itu, sektor perdagangan menyumbang 13,28 persen dan sektor pertanian berkontribusi 12,67 persen.

Selain itu, sektor konstruksi menyumbang 9,81 persen terhadap PDB nasional. Sementara itu, sektor pertambangan memberikan kontribusi sebesar 8,69 persen.

Di sisi lain, BPS juga mencatat beberapa sektor mengalami kontraksi pada awal tahun ini. Sektor pertambangan terkontraksi 2,14 persen, sedangkan sektor pengadaan listrik dan gas mengalami kontraksi 0,99 persen.

Baca Juga :  NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Belanja Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Amalia juga menjelaskan konsumsi pemerintah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026.

Menurut Amalia, pemerintah meningkatkan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 atau THR. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan belanja barang dan jasa, terutama untuk mendukung program MBG.

“Komponen pengeluaran yang tumbuh tinggi antara lain adalah konsumsi pemerintahan yang tumbuh lebih dari 21 persen karena didorong oleh meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui realisasi pembayaran gaji ke-14, belanja barang dan jasa,” ujar Amalia.

Ia menambahkan pemerintah juga mempercepat realisasi belanja fiskal pada awal tahun sehingga konsumsi pemerintah mampu tumbuh signifikan pada kuartal I 2026. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB