BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 6 Persen pada 2027, Investasi Jadi Penopang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Konferensi Pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026)(KOMPAS.com/CITAAULIANA).(CIT)

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Konferensi Pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis (24/9/2026)(KOMPAS.com/CITAAULIANA).(CIT)

Jakarta, APGtimes.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh hingga 6 persen pada 2027. Proyeksi itu mencerminkan peningkatan dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan proyeksi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (28/9/2026).

BI memperkirakan ekonomi nasional tumbuh 4,9 persen hingga 5,7 persen pada 2026. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2027 diproyeksikan mencapai 5,2 persen hingga 6 persen.

“Dari Bank Indonesia kita perkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 4,9 persen hingga 5,7 persen untuk tahun 2026 dan 2027 meningkat di level 5,2 persen hingga 6 persen di tahun 2027,” kata Destry.

Investasi menjadi salah satu penopang

Destry menjelaskan, optimisme BI terhadap ekonomi 2027 antara lain berasal dari peluang peningkatan investasi swasta. Investasi tersebut juga mencakup penanaman modal melalui Danantara.

Baca Juga :  SBY Apresiasi Rupiah dan IHSG Menguat, Sebut Jadi Pertanda Baik bagi Ekonomi Indonesia

“Kita berharap kenaikan investasi swasta yang juga termasuk dalam hal ini adalah investasi dari Danantara,” ujarnya.

Berdasarkan proyeksi BI, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi akan tumbuh 6,3 persen hingga 7,1 persen pada 2027.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan investasi pada 2026 yang berada di kisaran 5,7 persen hingga 6,5 persen. Karena itu, investasi menjadi salah satu komponen yang mencatat pertumbuhan tinggi dalam proyeksi ekonomi nasional.

Konsumsi masyarakat ikut meningkat

Selain investasi, BI memperkirakan konsumsi swasta terus menguat pada 2027. Komponen ini mencakup konsumsi rumah tangga dan lembaga nonpemerintah.

BI memproyeksikan konsumsi swasta tumbuh 4,9 persen hingga 5,7 persen pada 2027. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi 2026 sebesar 4,7 persen hingga 5,5 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah pada 2027 diperkirakan tumbuh 4,1 persen hingga 4,9 persen.

Baca Juga :  Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Jadi Calon Tunggal

Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor barang dan jasa diproyeksikan tumbuh 5,9 persen hingga 6,7 persen. Adapun impor barang dan jasa diperkirakan tumbuh 6,4 persen hingga 7,2 persen.

Untuk 2026, BI memperkirakan konsumsi pemerintah tumbuh 4,1 persen hingga 4,9 persen. Ekspor barang dan jasa diproyeksikan tumbuh 5 persen hingga 5,8 persen. Kemudian, impor barang dan jasa diperkirakan tumbuh 5,3 persen hingga 6,1 persen.

Ekonomi semester I 2026 tumbuh 5,45 persen

Destry juga menyebut ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja positif pada paruh pertama 2026. Pertumbuhan ekonomi nasional pada semester I 2026 tercatat mencapai 5,45 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar BI dalam melihat prospek ekonomi nasional ke depan. Selanjutnya, BI memperkirakan peningkatan investasi dan konsumsi dapat menjaga momentum pertumbuhan pada 2027. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Asing Jual Bersih Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO Paling Banyak Dilepas
Harga Emas Antam Hari Ini 30 September 2026 Naik Rp15.000, 1 Gram Jadi Rp2,595 Juta
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta

Berita Terbaru