Kurs Rupiah Terpuruk, Pasar Saham Ikut Terseret ke Zona Merah

Kurs Rupiah Terpuruk, Pasar Saham Ikut Terseret ke Zona Merah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Jakarta, APGtimes.comNilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (5/5) pagi dan mendekati level terendahnya. Data Bloomberg mencatat rupiah turun 13,50 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp17.407 per dolar AS.

Selanjutnya, tekanan terhadap rupiah terus berlanjut. Pada pukul 09.52 WIB, rupiah melemah lagi sebesar 18,00 poin atau 0,10 persen hingga menyentuh Rp17.412 per dolar AS. Level ini menjadi posisi terendah sepanjang sejarah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sebelumnya, pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, rupiah bergerak stabil. Data Stockbit mencatat rupiah berada di level Rp17.363 per dolar AS, sama dengan posisi penutupan sebelumnya.

Baca Juga :  UMKM Jangan Lagi Cari Modal ke Pinjol, Kata Menteri Maman

Di sisi lain, pasar saham domestik juga menunjukkan tekanan sejak awal sesi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung turun ke zona merah saat pembukaan perdagangan. Data Stockbit mencatat IHSG berada di level 6.951 atau melemah 0,15 persen pada pukul 09.00 WIB.

Selain itu, pelaku pasar global terus mendorong penguatan dolar AS. Pasar merespons kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve. Kondisi ini membuat investor global memindahkan dana ke aset berbasis dolar AS.

Baca Juga :  Apple Beri Peringatan Besar soal iPhone, Saham Langsung Anjlok Lebih 7 Persen

Di samping itu, ketidakpastian ekonomi global meningkatkan kewaspadaan investor. Mereka memilih aset aman seiring tekanan inflasi dan risiko perlambatan ekonomi di berbagai negara.

Sementara itu, pelaku pasar dalam negeri terus mencermati indikator ekonomi nasional, seperti inflasi, neraca perdagangan, dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Faktor-faktor ini ikut menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

Dengan demikian, tekanan dari faktor global dan domestik membuat rupiah dan IHSG bergerak fluktuatif. Oleh karena itu, investor perlu memantau perkembangan pasar secara aktif sebelum mengambil keputusan investasi. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS
BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah
Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen
Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:09 WIB

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp80.000, 1 Gram Tembus Rp2,725 Juta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB