BNPB Temukan 44 Area Hutan dan Perkebunan Terbakar di Sumsel

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar suasana kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Jum'at (21/8/2026) malam(Istimewa )

Tangkapan layar suasana kebakaran di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Jum'at (21/8/2026) malam(Istimewa )

Palembang, APGtimes.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan 44 area hutan dan perkebunan yang terbakar di Sumatera Selatan. Area tersebut meliputi perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri (HTI), kesatuan pengelolaan hutan (KPH), hingga kawasan hutan lindung.

Pemetaan BNPB yang diselaraskan dengan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menunjukkan sejumlah titik api berada di perbatasan area berizin konversi lahan. Temuan ini memunculkan dugaan adanya aktivitas pembukaan atau perluasan lahan yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan temuan tersebut dalam rapat koordinasi penanganan darurat karhutla di Palembang, Minggu (18/10/2026). Ia mengingatkan bahwa upaya pemadaman tidak akan berjalan efektif jika pembakaran terus terjadi.

BNPB Dorong Penegakan Hukum terhadap Pelaku Karhutla

BNPB meminta aparat penegak hukum menyelidiki dugaan pembakaran hutan dan lahan secara menyeluruh. Penyelidikan perlu mencakup kemungkinan keterlibatan individu maupun korporasi berdasarkan bukti yang ditemukan.

Kristomei menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan operasi pemadaman. Sebab, kebakaran dapat kembali terjadi ketika petugas berusaha memadamkan api, tetapi pihak lain justru melakukan pembakaran.

Baca Juga :  Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat pengawasan dan pencegahan, bukan hanya mengerahkan personel untuk memadamkan api. Langkah penindakan juga penting untuk mencegah kejadian serupa berulang.

Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Diperkuat

Kristomei menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas sektor. Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus menyelaraskan program serta membagi tanggung jawab secara jelas.

Dengan koordinasi yang lebih baik, petugas dapat menjalankan operasi secara terpadu. Selain itu, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dapat membantu mempercepat penanganan titik api di wilayah terdampak.

BNPB menilai setiap pihak harus bekerja dalam satu strategi yang terarah. Tanpa koordinasi, pengerahan personel dan sarana pemadaman berisiko tidak memberikan hasil maksimal.

BNPB Evaluasi Hasil Operasi Pemadaman

BNPB meminta petugas mengevaluasi efektivitas operasi pemadaman secara berkala. Evaluasi tersebut harus mengukur dampak pengerahan personel dan peralatan, termasuk helikopter, terhadap luas kebakaran dan jumlah titik panas atau hotspot.

Baca Juga :  KPK Tangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT, Kasusnya Masih Didalami

Kristomei mengingatkan bahwa besarnya jumlah personel dan peralatan tidak otomatis menjamin keberhasilan operasi. Oleh sebab itu, petugas perlu membandingkan sumber daya yang telah dikerahkan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Jika hasilnya belum sesuai harapan, tim harus mengidentifikasi kendala dan memperbaiki strategi. Dengan cara ini, pemerintah dapat mengarahkan sumber daya secara lebih tepat sasaran.

Posko Karhutla Dibagi Berdasarkan Klaster Wilayah

BNPB juga mendorong pembentukan posko operasi kolaboratif berdasarkan klaster wilayah titik panas. Setiap posko harus memiliki penanggung jawab wilayah, pembagian tugas yang jelas, serta catatan jumlah personel dan sarana pendukung.

Data tersebut dapat membantu petugas memantau pelaksanaan operasi dan menilai kebutuhan di setiap wilayah. Selain itu, pembagian wilayah kerja dapat memperjelas koordinasi antartim di lapangan.

BNPB berharap langkah terpadu ini mampu meningkatkan efektivitas penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Penegakan hukum, pencegahan pembakaran, koordinasi lintas sektor, dan evaluasi operasi menjadi bagian penting untuk menekan kebakaran berulang. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB