Dudung Abdurachman Ungkap Politik ke Depan Tak Selalu Landai, Minta Semua Pihak Jaga Stabilitas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dalam acara sertijab di Kantor KSP, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (5/10/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dalam acara sertijab di Kantor KSP, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (5/10/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman memperkirakan dinamika politik Indonesia ke depan akan semakin menantang.

Dudung mengatakan kondisi politik tidak akan selalu berjalan tenang. Ia menilai perkembangan di media sosial turut memengaruhi situasi politik saat ini.

“Tentunya ke depan juga pasti situasi politik juga tidak landai-landai saja. Saat ini kita lihat di media sosial,” kata Dudung saat serah terima jabatan Menko Polkam di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Dudung, kondisi tersebut menuntut Kemenko Polkam bekerja lebih keras. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan.

Dudung Minta Koordinasi Diperkuat

Dudung mengatakan Kemenko Polkam perlu memperkuat sinkronisasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Baca Juga :  Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global

Langkah tersebut bertujuan menjaga kondisi politik dan keamanan tetap kondusif. Stabilitas juga penting agar pemerintah dapat menjalankan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dudung optimistis Kemenko Polkam mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan selama masa kepemimpinannya.

Singgung Proses Hukum di MK

Dalam kesempatan terpisah, Dudung juga menyinggung dinamika politik yang muncul akibat permohonan hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia tidak menjelaskan secara rinci perkara yang dimaksud. Dudung memilih menunggu keputusan majelis hakim konstitusi.

“Kita sikapi bagaimana keputusan dari majelis konstitusi, Mahkamah Konstitusi, nanti kita lihat,” ujar Dudung.

Dudung memastikan pemerintah akan menghormati setiap keputusan MK. Ia juga meminta masyarakat tidak membangun persepsi sendiri mengenai proses hukum yang masih berjalan.

Baca Juga :  Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Menurutnya, masyarakat perlu menjaga persatuan dan tidak memperkeruh situasi melalui media sosial.

Pemerintah Jaga Stabilitas Politik

Dudung menegaskan pemerintah tetap menghormati proses hukum dan menjunjung supremasi hukum, termasuk dalam perkara yang berlangsung di MK.

Ia menyebut Presiden Prabowo juga meminta pemerintah menjaga situasi politik agar tetap terkendali.

Untuk menjalankan arahan tersebut, Dudung akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga.

Koordinasi itu mencakup kepolisian dan kejaksaan. Ia juga berencana berkomunikasi dengan para pimpinan partai politik.

Dudung berharap seluruh pihak ikut menjaga kondisi politik agar tetap stabil dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Kemensos Ungkap 44,6 Juta KPM Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, 36.000 hingga 18 Tahun
Terungkap 5 Napi Korupsi yang Pakai Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:09 WIB

DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya

Berita Terbaru