Elon Musk Pamer Tesla Roadster yang Bisa Melayang, Produksi Ditargetkan 2028

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cuplikan yang diambil pada 16 Oktober 2026 dari siaran langsung yang dirilis oleh Tesla ini memperlihatkan perusahaan tersebut meluncurkan pada 15 Oktober mobil listrik Roadster generasi terbarunya di McGregor, Texas, Amerika Serikat. (AFP PHOTO / TESLA - HANDOUT)

Cuplikan yang diambil pada 16 Oktober 2026 dari siaran langsung yang dirilis oleh Tesla ini memperlihatkan perusahaan tersebut meluncurkan pada 15 Oktober mobil listrik Roadster generasi terbarunya di McGregor, Texas, Amerika Serikat. (AFP PHOTO / TESLA - HANDOUT)

Texas, APGtimes.com – Elon Musk memperkenalkan Tesla Roadster generasi terbaru yang mengusung teknologi pendorong dari SpaceX. Dalam demonstrasi di fasilitas SpaceX, Texas, Amerika Serikat, Kamis (15/10/2026), mobil sport tersebut terlihat melaju di lintasan menanjak sebelum terangkat ke udara dan kembali mendarat dengan posisi roda menghadap ke bawah.

Musk menyebut teknologi tersebut sebagai bagian dari inovasi Tesla dalam mengembangkan kendaraan masa depan. Melalui kolaborasi dengan SpaceX, Tesla berupaya menggabungkan teknologi otomotif dengan sistem pendorong yang biasa digunakan dalam industri antariksa.

“Mobil terbang itu nyata,” kata Musk dalam acara tersebut, seperti dikutip AFP, Jumat (16/10/2026).

Meski demonstrasi itu menarik perhatian, Musk mengakui pengembangan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan. Ia menilai peluang keberhasilannya cukup besar, tetapi belum memberikan jaminan bahwa seluruh target pengembangan akan tercapai.

Tesla Roadster Mengandalkan Teknologi Pendorong SpaceX

Tesla membekali Roadster terbaru dengan sistem pendorong atau thruster yang menghasilkan daya dorong tambahan. Menurut Musk, sistem tersebut memanfaatkan tangki berisi udara bertekanan sangat tinggi untuk membantu kendaraan terangkat dari permukaan tanah.

Baca Juga :  BBM Langka, Iran Pangkas Jam Kerja Kantor Jadi 5 Jam dan Perluas WFH

Teknologi ini menjadi pembeda utama Roadster terbaru dari mobil sport konvensional. Tesla ingin memanfaatkan pengalaman SpaceX dalam mengembangkan sistem pendorong untuk menciptakan kemampuan manuver udara pada kendaraan tersebut.

Musk menyebut kolaborasi kedua perusahaan sebagai perpaduan teknologi otomotif dan antariksa.

“Inilah yang terjadi ketika ada kolaborasi antara perusahaan mobil terbaik di dunia dan perusahaan roket terbaik di dunia,” ujarnya.

Demonstrasi Belum Membuktikan Kemampuan Terbang Bebas

Dalam pengujian yang diperlihatkan kepada publik, Roadster melaju melewati jalur menanjak yang curam sebelum terangkat ke udara. Setelah itu, mobil kembali menyentuh permukaan tanah dengan posisi roda berada di bawah.

Demonstrasi tersebut memperlihatkan kemampuan kendaraan melakukan manuver udara dalam kondisi pengujian. Namun, aksi itu belum membuktikan bahwa Roadster dapat terbang bebas seperti pesawat atau beroperasi secara rutin di jalan raya.

Baca Juga :  Meta Pangkas 8.000 Pegawai: Zuckerberg Kini Bertaruh Hidup pada AI

Tesla masih perlu mengembangkan dan menguji teknologi tersebut lebih lanjut. Perusahaan juga perlu memastikan sistem pendorong, pengendalian, serta aspek keselamatan dapat mendukung penggunaan kendaraan dalam kondisi nyata.

Karena itu, klaim mobil terbang masih perlu dilihat berdasarkan perkembangan teknologi dan hasil pengujian berikutnya.

Tesla Menargetkan Produksi Mulai 2028

Tesla menargetkan produksi Roadster generasi terbaru mulai berjalan pada 2028. Target tersebut menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk membawa konsep kendaraan sport dengan teknologi pendorong menuju tahap produksi.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, Roadster berpotensi menghadirkan pengalaman berkendara yang berbeda dari mobil listrik pada umumnya. Namun, Tesla masih harus membuktikan bahwa teknologi tersebut dapat berfungsi secara konsisten dan memenuhi standar keselamatan.

Proyek ini juga memperlihatkan ambisi Musk untuk memperluas pemanfaatan teknologi SpaceX ke sektor otomotif. Publik kini menunggu perkembangan selanjutnya untuk mengetahui apakah kemampuan melayang yang diperlihatkan dalam demonstrasi dapat diterapkan pada kendaraan produksi. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB