Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedemo Perancis memecahkan jendela toko makanan milik perusahaan Picard dalam aksi unjuk rasa memprotes kenaikan biaya hidup di Paris, Sabtu (17/10/2026).(AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT)

Pedemo Perancis memecahkan jendela toko makanan milik perusahaan Picard dalam aksi unjuk rasa memprotes kenaikan biaya hidup di Paris, Sabtu (17/10/2026).(AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT)

Paris, APGtimes.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan aksi kekerasan dalam demonstrasi yang memprotes kenaikan biaya hidup. Ia juga meminta aparat dan pemerintah daerah mengambil langkah untuk melindungi fasilitas umum serta tempat usaha setelah kerusuhan melanda sejumlah wilayah pada akhir pekan.

Dalam pidato nasional pada Minggu (18/10/2026), Macron menyampaikan keprihatinan atas kerusakan dan penjarahan yang terjadi selama aksi berlangsung. Ia menilai masyarakat perlu membedakan warga yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan kelompok yang melakukan tindakan anarkis.

Macron Minta Kota dan Tempat Usaha Dilindungi

Macron menyatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan para wali kota untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Langkah tersebut mencakup perlindungan terhadap kawasan perkotaan, bangunan publik, dan tempat usaha yang terdampak kerusuhan.

Baca Juga :  Menhan Baru Iran Ancam AS, Balasan Besar Menanti jika Teheran Diserang Lagi

Ia menegaskan bahwa kemarahan masyarakat akibat kenaikan biaya hidup tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan kekerasan. Menurut Macron, penyampaian aspirasi secara damai harus dibedakan dari tindakan merusak fasilitas dan menjarah toko.

Presiden Prancis itu juga menyampaikan dukungan kepada pelaku usaha yang mengalami kerugian akibat kerusuhan. Pemerintah berjanji mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan perusakan.

Pelaku Kerusuhan Diminta Bertanggung Jawab

Macron menegaskan bahwa setiap orang yang terlibat dalam perusakan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemerintah, katanya, akan mengambil sikap tegas terhadap pelaku kekerasan dan penjarahan.

Ia juga menyoroti kondisi jalanan yang rusak serta sejumlah tempat usaha yang menjadi sasaran massa. Macron menyebut situasi tersebut tidak dapat diterima dan meminta masyarakat tidak menyamakan pelaku kerusuhan dengan warga yang menyampaikan tuntutan secara damai.

Baca Juga :  Lautan Manusia Iringi Pemakaman Ali Khamenei di Qom, Prosesi Berlanjut ke Mashhad

Pernyataan itu muncul setelah demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup berujung bentrokan dan perusakan di sejumlah lokasi, termasuk Paris.

Respons Polisi Akan Dievaluasi Secara Transparan

Penanganan aparat keamanan turut menjadi perhatian setelah muncul kritik mengenai kesiapan polisi menghadapi demonstrasi. Menanggapi hal tersebut, Macron menjanjikan transparansi penuh terkait respons aparat selama aksi berlangsung.

Pemerintah berupaya memastikan penanganan kerusuhan berjalan dengan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mencegah kerusakan berlanjut serta menjaga keamanan masyarakat dan aktivitas usaha.

Macron kembali menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tidak membenarkan tindakan kekerasan. Pemerintah Prancis berkomitmen melindungi warga, fasilitas umum, dan tempat usaha sekaligus meminta pelaku perusakan bertanggung jawab atas tindakan mereka. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Menhan Baru Iran Ancam AS, Balasan Besar Menanti jika Teheran Diserang Lagi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:09 WIB

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB