Kupang, APGtimes.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 265 gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan, data tersebut merupakan pembaruan hingga pukul 15.00 WIB.
“Update gempabumi susulan hingga 15 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, total gempabumi susulan sebanyak 265 kejadian,” kata Arief kepada wartawan, Sabtu sore.
Gempa Susulan Terbesar M 6,2
Dari 265 gempa susulan tersebut, BMKG mencatat gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara itu, gempa susulan dengan magnitudo terkecil mencapai 2,5.
BMKG juga mencatat 10 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5.
“Magnitudo terbesar 6,2 dan magnitudo terkecil 2,5. Untuk gempa susulan dengan magnitudo di atas 5 sebanyak 10 kejadian,” ujar Arief.
Selain itu, masyarakat merasakan 22 gempa susulan yang terjadi setelah gempa utama M 7,7.
BMKG Minta Warga Tetap Waspada
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG agar tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Gempa utama M 7,7 mengguncang wilayah Laut Flores pada Sabtu pagi dan getarannya terasa di sejumlah wilayah NTT.
BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan memperbarui informasi berdasarkan hasil pemantauan terbaru. (ys*)









