Kemenkeu Siapkan Strategi Utang 2027, SBN Domestik Jadi Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ferry Ardianto (kanan) dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Plt. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ferry Ardianto (kanan) dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan strategi pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan anggaran pemerintah pada 2027. Pemerintah akan lebih mengutamakan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar domestik.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Ferry Ardianto mengatakan pemerintah ingin menjaga pembiayaan tetap aman, murah, dan terukur.

Menurut Ferry, pemerintah memilih pasar domestik untuk mengurangi paparan terhadap risiko eksternal yang muncul akibat perubahan kondisi pasar keuangan global.

“Dalam rangka mencari pembiayaan strateginya adalah yang aman, murah, dan terukur,” kata Ferry dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).

Pemerintah Kelola Risiko Utang Secara Hati-hati

Kemenkeu juga akan menjalankan active debt management, termasuk liability management, untuk menekan biaya bunga utang.

Pemerintah akan menjaga komposisi tenor utang agar tidak menumpuk pada jangka pendek maupun jangka panjang. Strategi tersebut bertujuan menjaga risiko pembiayaan tetap terkendali.

Baca Juga :  Muktamar NU Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG Mulai 2027

Ferry mengatakan pemerintah akan mengelola portofolio utang melalui diversifikasi tenor, jenis instrumen, mata uang, serta basis investor.

Langkah itu membantu pemerintah menghadapi risiko perubahan suku bunga, nilai tukar, dan kebutuhan pembiayaan kembali atau refinancing.

“Dengan strategi ini rasio utang terhadap PDB akan terus berada pada sisi aman,” ujar Ferry.

Defisit APBN 2027 Ditargetkan Rp671,2 Triliun

Pemerintah menyusun kebutuhan pembiayaan 2027 berdasarkan target defisit APBN sebesar Rp671,2 triliun. Angka tersebut setara dengan 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Target itu lebih rendah dibandingkan outlook defisit APBN 2026 yang mencapai 2,82 persen dari PDB.

Kemenkeu akan menjaga defisit dalam batas yang aman dan berkelanjutan. Pemerintah juga tidak hanya mengandalkan penerbitan utang untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan.

Sejumlah instrumen lain turut masuk dalam strategi pemerintah, termasuk peran Danantara, Special Mission Vehicle (SMV), Badan Layanan Umum (BLU), dan Sovereign Wealth Fund.

Baca Juga :  DPR Minta Pemerintah Ubah Sistem Mitigasi Bencana, Banjir Padang Jadi Alarm Perubahan Iklim

SAL Jadi Penyangga Ketidakpastian

Pemerintah juga akan mengoptimalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai cadangan untuk menghadapi ketidakpastian.

Selain itu, Kemenkeu menyiapkan akses pembiayaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terutama melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan.

Ferry mengatakan pemerintah ingin memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN secara optimal di tengah dinamika pasar keuangan global. Karena itu, pemerintah akan menerapkan penerbitan instrumen secara fleksibel dan terukur dengan tetap mengutamakan pasar domestik.

Kemenkeu juga berencana melakukan diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui Panda Bonds, memperdalam pasar keuangan domestik, serta mengoptimalkan berbagai instrumen pembiayaan pembangunan.

Pemerintah berharap strategi tersebut dapat menjaga pembiayaan APBN tetap prudent, inovatif, dan berkelanjutan sekaligus mempertahankan ketahanan fiskal nasional. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi
ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun
DPR Minta Pemerintah Verifikasi 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia
211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat
Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia
DPR Desak Pemerintah Lindungi Kelompok Rentan dari Dampak Asap Karhutla
IM57+ Soroti DPR Tak Buka Draf RUU Perampasan Aset ke Publik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:09 WIB

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 20:09 WIB

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi

Jumat, 4 September 2026 - 19:09 WIB

ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun

Jumat, 4 September 2026 - 15:09 WIB

211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat

Kamis, 3 September 2026 - 17:09 WIB

Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia

Berita Terbaru

Ilustrasi beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina(Dok. Pertamina)

Otomotif

Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK Saat Beli BBM di SPBU

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:09 WIB