Saham KCIC Diambil Alih Pemerintah, Menkeu Tegaskan APBN Tidak Akan Terbebani

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah memastikan rencana pengambilalihan saham badan usaha milik negara (BUMN) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan menggunakan lembaga Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan untuk mengelola kepemilikan saham KCIC.

Menurut Purbaya, skema tersebut membuat pengelolaan KCIC tetap berada dalam kendali pemerintah tanpa mengambil langsung dana APBN.

Pemerintah Siapkan Dua SMV untuk Kelola KCIC

Purbaya menjelaskan Kementerian Keuangan memiliki sejumlah SMV yang dapat mendukung proses pengambilalihan saham KCIC.

Ia menyebut pemerintah akan memilih dua SMV yang memiliki kemampuan finansial untuk menjalankan rencana tersebut.

Baca Juga :  Survei IPO 2026: Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Berkinerja Terbaik

“Kita punya banyak juga, ada SMI dan lainnya. Jadi tidak langsung menjadi tanggung jawab APBN,” ujar Purbaya usai bertemu Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Namun, Purbaya belum menyampaikan nama dua SMV yang akan menerima pengelolaan saham KCIC.

Saham BUMN di KCIC Saat Ini

Saat ini, konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) menguasai 60 persen saham KCIC. Sementara itu, konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd memiliki 40 persen saham.

PSBI terdiri dari beberapa perusahaan BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Baca Juga :  Bima Arya Gelar Gerakan Bersih Pantai Bersama ASN dan Praja IPDN di Lombok Barat

KAI menjadi pemegang saham terbesar dalam konsorsium tersebut dengan kepemilikan 51,37 persen saham KCIC.

KCIC Akan Berada di Bawah Pengelolaan Kemenkeu

Purbaya menyatakan setelah proses pengambilalihan selesai, KCIC akan berada di bawah pengelolaan SMV Kementerian Keuangan.

Ia menegaskan pemerintah tidak lagi menempatkan KCIC langsung di bawah KAI.

Dengan skema baru tersebut, pemerintah berharap pengelolaan Kereta Cepat Whoosh dapat berjalan lebih efektif tanpa menambah tekanan terhadap keuangan negara. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB