Kemhan Bantah Indonesia Teken Kontrak Pembelian 12 Drone Tempur Bayraktar Kizilelma

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memberi klarifikasi kapal pesiar berlogo instansi Kemhan yang fotonya viral di media sosial, merupakan milik swasta yang dipakai untuk kepentingan negara. (DOK. KEMHAN)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memberi klarifikasi kapal pesiar berlogo instansi Kemhan yang fotonya viral di media sosial, merupakan milik swasta yang dipakai untuk kepentingan negara. (DOK. KEMHAN)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI membantah kabar yang menyebut Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 12 unit drone tempur Bayraktar Kizilelma dari Turkiye. Hingga Selasa (13/10/2026), pemerintah menegaskan belum menandatangani kontrak pengadaan maupun menyepakati pembelian pesawat nirawak tersebut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, informasi mengenai pembelian 12 unit Bayraktar Kizilelma tidak benar.

“Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa informasi mengenai pembelian 12 unit drone Bayraktar Kizilelma oleh Indonesia adalah tidak benar,” kata Rico saat dihubungi, Selasa.

Kemhan Sebut Pembahasan Masih Tahap Awal

Rico menjelaskan, pemerintah Indonesia terus menjajaki peluang kerja sama teknologi pertahanan dengan sejumlah negara, termasuk Turkiye. Namun, pembahasan mengenai Bayraktar Kizilelma belum memasuki tahap kesepakatan pembelian.

“Namun khusus untuk Kizilelma statusnya masih sebatas penjajakan dan diskusi awal,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemhan Ungkap Fakta Baru, Korban Meninggal Pelatihan SPPI Bertambah Jadi 5 Orang

Ia menambahkan, setiap rencana modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI harus melalui mekanisme perencanaan, kajian kebutuhan operasional, serta prosedur pengadaan yang berlaku.

Dengan demikian, penjajakan kerja sama belum dapat diartikan sebagai keputusan final untuk membeli alutsista. Pemerintah masih perlu menjalankan tahapan yang berlaku sebelum menetapkan pengadaan secara resmi.

Kabar Pembelian Beredar di Media Sosial

Sebelumnya, akun X @tdefenceagency mengunggah informasi yang menyebut Indonesia menjadi pelanggan ekspor pertama Bayraktar Kizilelma. Unggahan itu mengaitkan kabar tersebut dengan perjanjian antara perusahaan Baykar dan PT Republik Aero Dirgantara dari Indonesia.

Akun tersebut juga menyebut rencana pengadaan tahap awal sebanyak 12 unit drone. Jumlah itu diklaim berpotensi bertambah melalui opsi pembelian tambahan.

Selain drone Kizilelma, unggahan tersebut turut menyinggung rencana pengadaan 48 unit pesawat tempur nasional KAAN oleh Indonesia melalui kontrak dengan perusahaan Turkiye, TUSAŞ.

Baca Juga :  Prabowo Perintahkan Bea Cukai Perketat Balpres, Selat Malaka Jadi Sorotan

Namun, klaim mengenai pembelian drone Kizilelma itu dibantah Kemhan. Pemerintah menegaskan belum menandatangani kontrak atau membuat komitmen pembelian untuk platform tersebut.

Kerja Sama Pertahanan RI-Turkiye Masih Berjalan

Indonesia dan Turkiye terus menjajaki kerja sama di bidang teknologi pertahanan. Meski demikian, Kemhan menekankan bahwa setiap rencana pengadaan alutsista harus mengikuti prosedur resmi dan mempertimbangkan kebutuhan operasional TNI.

Pernyataan Kemhan tersebut menjadi penegasan bahwa kabar pembelian 12 unit Bayra ktar Kizilelma belum mencerminkan keputusan resmi pemerintah Indonesia.

Untuk saat ini, pembahasan mengenai drone tempur tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal. Keputusan pengadaan baru dapat dipastikan apabila pemerintah menyampaikan informasi resmi mengenai perkembangan dan kesepakatannya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB