Mengacu pada laman resmi e-LHKPN KPK, Kristomei melaporkan total kekayaannya sebesar Rp 2.139.412.136 pada 27 Februari 2026. Laporan tersebut memuat aset tanah dan kekayaan lainnya yang ia miliki.
Rincian Harta Kekayaan Kristomei Sianturi
Dalam laporan tersebut, Kristomei tercatat memiliki tanah seluas 2.182 meter persegi di Magelang dengan nilai Rp 120 juta.
Selain aset tanah, ia melaporkan kekayaan lainnya sebesar Rp 2.019.412.136. Dengan demikian, total harta kekayaannya mencapai sekitar Rp 2,14 miliar.
Laporan LHKPN itu tidak mencantumkan kepemilikan alat transportasi dan mesin, surat berharga, maupun harta bergerak lainnya.
Sebelum mendapat tugas baru sebagai Kepala BNPB, Kristomei menjabat Pangdam XXI/Radin Inten. Kini, ia memimpin lembaga yang bertanggung jawab mengoordinasikan penanggulangan bencana di Indonesia.
Perjalanan Karier Kristomei Sianturi di TNI
Kristomei lahir pada 6 Mei 1976 dan menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer pada 1997. Ia memulai karier militernya di lingkungan TNI Angkatan Darat dengan menjabat Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu.
Pada tahap awal pengabdiannya, Kristomei juga menjalani penugasan di Kostrad serta mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad). Setelah itu, ia bertugas sebagai Perwira Pembantu Bidang Latihan Operasi Kostrad.
Karier kepemimpinannya berkembang ketika ia menjabat Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak pada 2013–2014. Selanjutnya, ia memimpin Komando Distrik Militer 0424/Tanggamus hingga 2016.
Pada 2016–2017, Kristomei bertugas sebagai Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad. Ia kemudian menjadi sekretaris pribadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada 2017.
Pernah Menjabat Kapendam Jaya hingga Kapuspen TNI
Pada 2017, Kristomei mulai mengemban tugas di bidang penerangan militer. Ia menjabat Kepala Penerangan Kodam Jaya hingga 2019.
Setelah itu, ia mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI. Ia juga bertugas sebagai Asisten Operasi Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan pada 2020–2022.
Pada 2022, Kristomei memimpin Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda. Pada periode yang sama, ia menjalankan tugas sebagai Perwira Pembantu IV Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI hingga 2023.
Kariernya di bidang penerangan berlanjut ketika ia menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat pada 2023–2024. Ia kemudian menjadi Komandan Resimen Taruna Akademi Militer sebelum mendapat penugasan sebagai Wakil Gubernur Akademi Militer pada 2024.
Pada 2025, Kristomei dipercaya menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI. Setelah itu, ia memimpin Kodam XXI/Radin Inten sebelum Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala BNPB.
Tugas Baru Memimpin Penanggulangan Bencana
Sebagai Kepala BNPB, Kristomei bertanggung jawab memimpin lembaga dalam menjalankan tugas dan fungsi penanggulangan bencana. Peran tersebut mencakup koordinasi penanganan bencana serta dukungan terhadap upaya pengurangan risiko dan pemulihan.
Penunjukan Kristomei menandai babak baru dalam perjalanan karier militernya. Pengalaman di berbagai satuan, bidang operasi, teritorial, dan penerangan menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum memimpin BNPB.
Sementara itu, laporan LHKPN yang ia sampaikan pada Februari 2026 memberikan gambaran mengenai harta kekayaannya saat menjelang penugasan sebagai Kepala BNPB. (de*)









