Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, Prabowo memberi perhatian serius terhadap penanganan karhutla. Pemerintah ingin membahas berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran yang terus meluas.
“Ya, hari ini membahas tentang karhutla. Karena beliau sangat serius sekali tentang penanganan karhutla ini,” ujar Dudung di Istana Kepresidenan, Senin.
Prabowo Panggil Panglima TNI hingga Kepala BNPB
Dudung menyebut sejumlah pejabat turut mengikuti pembahasan tersebut. Mereka antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.
Namun, tidak semua pejabat hadir secara langsung di Istana. Sebagian mengikuti rapat melalui konferensi video atau Zoom.
Dudung menjelaskan, pemerintah perlu memperkuat penanganan karhutla karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia. Asap kebakaran juga mengganggu negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Menurut Dudung, kebakaran di lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama. Material gambut yang terbakar sulit dipadamkan sehingga petugas membutuhkan upaya khusus untuk mengendalikan api.
“Ya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya beliau sangat concern sekali. Karena memang banyak lahan-lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan,” kata Dudung.
Ia menambahkan, pemerintah akan membahas berbagai langkah penanganan dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo.
Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Daerah
Kebakaran hutan dan lahan masih melanda sejumlah wilayah Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, titik kebakaran muncul di Palembang, Sumatera Selatan; Palangka Raya, Kalimantan Tengah; serta Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Asap dari kebakaran tersebut juga menimbulkan kekhawatiran di negara tetangga. Malaysia dan Singapura termasuk negara yang merasakan dampak kabut asap akibat karhutla di Indonesia.
Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, dan petugas pemadam kebakaran.
Petugas Hadapi Kendala Akses Air
Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudho Shekti Mustiko mengatakan, petugas terus berupaya memadamkan api di lokasi kebakaran. Namun, kondisi medan menjadi salah satu hambatan dalam operasi tersebut.
Yudho menjelaskan, petugas kerap kesulitan memperoleh akses air karena sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau. Kendala ini membuat proses pemadaman membutuhkan strategi dan upaya tambahan.
Meski begitu, personel Manggala Agni tetap berusaha menjangkau lokasi kebakaran, termasuk melalui jalur air.
Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menekan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pembahasan di Istana diharapkan memperkuat koordinasi serta mendorong langkah penanganan karhutla yang lebih efektif. (aw*)









