Prabowo Panggil Dudung dan Pejabat Terkait, Karhutla Indonesia Ganggu Malaysia-Singapura

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11 Agustus 2026. Pihak berwenang di Malaysia mengeluarkan peringatan mengenai tingginya tingkat polusi udara akibat kebakaran hutan di Indonesia.(AFP/MOHD RASFAN)

Menara Kembar Petronas diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11 Agustus 2026. Pihak berwenang di Malaysia mengeluarkan peringatan mengenai tingginya tingkat polusi udara akibat kebakaran hutan di Indonesia.(AFP/MOHD RASFAN)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri dan pejabat tinggi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga menimbulkan kabut asap lintas negara.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, Prabowo memberi perhatian serius terhadap penanganan karhutla. Pemerintah ingin membahas berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran yang terus meluas.

“Ya, hari ini membahas tentang karhutla. Karena beliau sangat serius sekali tentang penanganan karhutla ini,” ujar Dudung di Istana Kepresidenan, Senin.

Prabowo Panggil Panglima TNI hingga Kepala BNPB

Dudung menyebut sejumlah pejabat turut mengikuti pembahasan tersebut. Mereka antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.

Namun, tidak semua pejabat hadir secara langsung di Istana. Sebagian mengikuti rapat melalui konferensi video atau Zoom.

Baca Juga :  Kabut Asap Masih Pekat, Siswa Padang Panjang Kembali Belajar di Rumah

Dudung menjelaskan, pemerintah perlu memperkuat penanganan karhutla karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia. Asap kebakaran juga mengganggu negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.

Menurut Dudung, kebakaran di lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama. Material gambut yang terbakar sulit dipadamkan sehingga petugas membutuhkan upaya khusus untuk mengendalikan api.

“Ya memang dampaknya kan ke negara-negara tetangga. Makanya beliau sangat concern sekali. Karena memang banyak lahan-lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan,” kata Dudung.

Ia menambahkan, pemerintah akan membahas berbagai langkah penanganan dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo.

Karhutla Masih Terjadi di Sejumlah Daerah

Kebakaran hutan dan lahan masih melanda sejumlah wilayah Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, titik kebakaran muncul di Palembang, Sumatera Selatan; Palangka Raya, Kalimantan Tengah; serta Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Asap dari kebakaran tersebut juga menimbulkan kekhawatiran di negara tetangga. Malaysia dan Singapura termasuk negara yang merasakan dampak kabut asap akibat karhutla di Indonesia.

Baca Juga :  108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga. Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, dan petugas pemadam kebakaran.

Petugas Hadapi Kendala Akses Air

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudho Shekti Mustiko mengatakan, petugas terus berupaya memadamkan api di lokasi kebakaran. Namun, kondisi medan menjadi salah satu hambatan dalam operasi tersebut.

Yudho menjelaskan, petugas kerap kesulitan memperoleh akses air karena sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau. Kendala ini membuat proses pemadaman membutuhkan strategi dan upaya tambahan.

Meski begitu, personel Manggala Agni tetap berusaha menjangkau lokasi kebakaran, termasuk melalui jalur air.

Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk menekan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pembahasan di Istana diharapkan memperkuat koordinasi serta mendorong langkah penanganan karhutla yang lebih efektif. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB