108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kabut asap.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Ilustrasi kabut asap.(KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Sarawak, APGtimes.com – Sebanyak 108 sekolah di Divisi Serian, Sarawak, Malaysia, menghentikan kegiatan belajar di sekolah setelah kualitas udara memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat.

Indeks Pencemaran Udara atau Air Pollutant Index (API) di Serian mencapai 202. Sementara itu, API di Tebedu menyentuh angka 212 pada Rabu (12/8/2026).

Wakil Perdana Menteri Sarawak sekaligus Ketua Komite Pengelolaan Bencana Negara Bagian (SDMC), Datuk Amar Douglas Uggah Embas, mengatakan pemerintah mengambil langkah tersebut untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.

Sekolah tetap menjalankan pembelajaran dari rumah melalui skema Teaching and Learning from Home (PdPR). Siswa mengikuti kegiatan belajar tanpa harus datang ke sekolah selama kondisi udara belum membaik.

Baca Juga :  Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras

Pemerintah Sarawak mencatat kualitas udara mulai memburuk sejak 1 Agustus 2026. Pemerintah negara bagian bersama lembaga terkait terus memantau kualitas udara, cuaca, titik panas, dan kebakaran di berbagai wilayah.

Sebelas wilayah lain juga mencatat kualitas udara tidak sehat dengan API antara 101 hingga 200. Wilayah tersebut meliputi Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas.

Sementara itu, Mukah, Kapit, ILP Miri, Limbang, dan Bario masih mencatat kualitas udara dalam kategori sedang. Pemerintah tidak mencatat wilayah Sarawak yang masuk kategori baik maupun berbahaya.

3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Kondisi udara Sarawak memburuk bersamaan dengan meningkatnya jumlah titik panas di Kalimantan, Indonesia.

Baca Juga :  Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Data Asean Specialised Meteorological Centre (ASMC) menunjukkan 75 titik panas muncul di Sarawak sepanjang 1-11 Agustus 2026. Pada periode yang sama, Kalimantan mencatat 3.853 titik panas.

Jumlah tersebut menjadi perhatian pemerintah Sarawak karena kebakaran di Kalimantan berpotensi memicu kabut asap lintas batas.

Meski demikian, jumlah titik panas tidak otomatis membuktikan seluruh kabut asap di Sarawak berasal dari Kalimantan. Faktor cuaca, arah angin, serta kebakaran lokal juga dapat memengaruhi kondisi udara.

Pemerintah Sarawak kini memperketat pemantauan untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara lebih lanjut. Langkah tersebut juga bertujuan menjaga kesehatan masyarakat, terutama siswa dan tenaga pendidik. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB